www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Forum 98 Aceh: Usut Tuntas Kebakaran Rumah Asnawi

0 814

Acehasia.com | Banda Aceh -Taufik Abdullah, Juru Bicara Forum 98 Aceh menilai kebakaran rumah Asnawi Jurnalis Harian Serambi Indonesia di Kutacane, Aceh Tenggara, Selasa (30/7/2019) lalu ada indikasi dilakukan dengan sengaja. Apalagi sebelumnya ada orang atau pihak tak dikenal mendatangi rumahnya.

Fakta ini menguat asumsi bahwa kebebasan pers mulai diusik. Bukan tidak mungkin teror yang muncul dari Tenggara itu akan menyebar bagi jurnalis lainnya di seluruh Aceh. Perilaku yang diperlihatkan menjadi satu cara membantai para jurnalis, yang bakal mungkin terjadi kapan saja dan dimana saja untuk pekerja media.

“Saya pikir perlu diusut tundas oleh pihak kepolisian. Ini tidak bisa ditolerir. Kita khawatirkan jika kasus ini tidak diungkap apa motifnya, penyebabnya, dan siapa dalangnya,  tentu akan menjadi presiden buruk bagi kalangan jurnalis. Insan pers semakin dipasung oleh ketakutan,  ketidakberdayaan mereka mengungkap kebenaran dan keadilan, karena berhadapan dengan ancaman.”jelas Taufik.

Menurutnya,  kebebasan pers bukan sekedar diusik dengan kasus pembakaran tersebut, tapi kekritisan pers sepertinya juga sedang diupayakan agar bisa dibungkam, atau bahkan secara individu bagi mereka  yang kritis bakal terancam jiwa dan hartanya. Ini akan menjadi malapateka bagi jurnalis dan media dalam melakukan fungsi kontrolnya terhadap kebijakan para pihak, baik dikalangan swasta maupun pemerintah.

Lebih lanjut Taufik berpendapat teror terhadap pekerja media bisa berdampak laten. Berbagai fenomena sosial dan dinamika perubahan yang melatarbelakanginya, bakal tidak menjadi sorotan media lagi. Kondisi ini akan menyebabkan lahirnya berbagai tirani dalam tatanan sosio-cultural masyarakat kita.

Disamping itu,  Pemerintah merasa leluasa dalam membuat dan menjalankan kebijakan   biarpun tanpa proyeksi yang jelas. Hal ini bisa kita lihat di kabupaten kota fungsi-fungsi kontrol dari civiel society terasa lumpuh. Jurnalis melalui kekuatan medianya diharapkan bisa melakukan penetrasi terhadap kekuatan pemerintah. 

Jadi, fungsi change and balance itu penting sebagai salah satu pilar peran media. Tentu, masyarakat kita perlu mendapat informasi yang edukatif dan advokatif. Apabila kalau upaya ini mendapat tantangan bagi pekerja media, dimana mereka mendapat teror dari pihak yang dikritisi sungguh sangat ironis.

Kasus Asnawi sangat mungkin ada indikasi seperti itu.  Karenanya kita berharap pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini, dan pelakunya diadili,  serta dihukum berat.

Terakhir, taufik mengatakan bahwa  kritik jurnalis melalui pemberitaan media satu keniscayaan ditengah hiruk-pikuk pembangunan yang sepertinya kehilangan orientasi. Media menjadi kekuatan yang bernilai ditengah carut-marutnya tatakelola pemerintahan dan perubahan sosial yang terjadi dihampir semua kabupaten/kota  di Aceh.

Para pihak yang dikritisi mestinya menghormati teman-teman pers dalam melakukan investigasi sebuah kasus.  Mereka punya kode etik jurnalistik dalam melakukan advokasi sebuah kasus. Tidak mungkin seorang jurnalis tidak tau standar prosedur dalam mengangkat sebuah berita.

Para pihak tentunya tidak harus melakukan teror terhadap jurnalis berkenaan, tapi segera berbenah dan memperbaiki diri. Forum 98 Aceh berharap agar kejadian yang menimpa Asnawi bisa dibongkar tuntas dan tidak terulang lagi.(Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More