www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Format Hulu-Hilir Sebagai Resep Mujarab dokter. Taqwallah M, Kes Menuju Sekda Aceh

0 1,405

Acehasia.com | Banda Aceh- PLT Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT dijadwalkan akan melantik  dr. Taqwallah M, Kes sebagai Sekda Aceh di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Pukul 16.30 Wib. Kamis (1 Agustus 2019).

Pelantikan Taqwallah dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh setelah Presiden Jokowi menerbitkan SK Sekda Aceh yang baru kepada Taqwallah. Keputusan Presiden RI itu Nomor 90//TPA Tahun 2019 tanggal 24 Juli 2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Aceh.

Taqwallah yang di tetapkan sebagai Sekda Aceh definitif menggantikan Sekda lama, Drs Dermawan MM yang sudah memasuki masa pensiun sejak 30 Januari 2019 lalu. Taqwallah terpilih dari dua calon Sekda Aceh lainnya, yaitu Asisten I Sekda Aceh, Dr M Jafar SH Mhum, dan Asisten III Sekda Aceh, Kamaluddin Andalah. 

dr. Taqwallah M, Kes, anak pasangan H. Razali Cut Lani dengan Hj Rohani Harun telah melalui perjalanan karil yang cukup berliku. Taqwallah dilahirkan di Lubuk, pada 4 Mei 1964 silam. Dia pernah menjadi kepala Puskesmas di Seunedon dan Samalanga. Berbakti belasan tahun sebagai dokter sangat terpencil membuat dia tak pernah lelah. Dia juga pernah bertugas di pulau Simeulue sebagai pulau terluar indonesia. Karena ketekunannya, Taqwallah mendapatkan penghargaan sebagai dokter teladan pada tahun 1996.

Taqwallah juga pernah menjadi Assisten Ahli Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pebangunan Unik Kerja Kepresidenan semasa Presiden SBY memimpin. Selain itu, dia juga pernah menjadi tenaga Ahli Mentri ESDM kala Sudirman Said memimpin.

Pasca tsunami melanda Aceh, Taqwallah di percayakan sebagai Wakil Deputi Operasi BRR NAD-NIAS. Keberasilannya tercatat dengan adanya unit khusus P4W BRR untuk mengendalikan Rehab Rekon.

Sebelum menjadi Sekda Aceh, Taqwallah mengemban amanah sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh serta Ketua P2k- APBA.

Sejak di P2K APBA, nama Taqwallah mulai muncul. Dia dikenal sebagai sosok yang di siplin dan tegas. P2K APBA dibentuk awal tahun  2010 yang lalu, dikala Pemerintah Aceh di nahkodai oleh Irwandi Yusuf. P2K merupakan singkatan dari Pengendalian Percepatan Kegiatan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh atau P2K APBA. Tim P2K ini mampu meningkatkan kapasitas, akuntabilitas kinerja aparatur dan mendorong adanya transparansi public.

P2K juga mampu mengintegrasikan seluruh proses awal hingga terealisasikan kegiatan proyek pembangunan di Aceh. Dari proses penganggaran, pemilihan penyedia barang, jasa dan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara terpadu satu atap (one stop service) dan independen.

P2K  di bentuk  untuk membantu gubernur dalam perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kegiatan APBA. Dengan keterlibatan tenaga ahli profesional dari unsur pemerintah dan non-pemerintah P2K-APBA menyajikan format kendali hulu-hilir sebagai sistem pengendalian dan pelaporan kegiatan APBA  secara cepat, tepat, akurat untuk bahan evaluasi pada rapat pimpinan (rapim) dengan seluruh pengguna anggaran di Pemerintah Aceh.

Strategi dalam pengoperasian format kendali hulu hilir berdasarkan sudut pandang pengendalian tim P2K APBA memegang 4 kunci sukses pengendalian/ yaitu : Pimpinan harus punya komitmen yang kuat, staf harus berkerja dengan sungguh-sungguh, tertib dalam pengisian format,  dan  hasil pemantauan harus bisa diakses dengan mudah, tanpa jeda.

Unit kendali ini awalnya dimusihi oleh banyak kalangan karena tugasnya. Kemudian, unit ini mendapat respon cukup baik dari berbagai pihak. Pasalnya, P2K mempermudah kerja-kerja SKPA.

Format kendali P2K di perkenalkan ke Provinsi lain hampIr di seluruh Indonesia. Tercatat dari tahun 2012 sampai dengan 2017, sedikitnya 19 Unit, Badan, Lembaga, Kementerian, telah berkunjung ke P2K APBA untuk sosialisasi serta belajar format kendali ini.

Begitu juga dengan 13 Provinsi lain, seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan dua Kabupaten/ Kota seperti Bangka Barat dan Anambas juga ikut belajar dengan teknik pengenalian ala P2K APBA. Bahkan 4 lembaga Negara lainnya juga pernah mengikuti mengadopsi tata cara memakai format kendali hulu hilir ini.

Itulah sepenggal perjalanan dr Taqwallah M. Kes yang akan di lantik oleh PLT Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT hari ini di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh. Taqwallah akan mendampingi Gubernur Aceh untuk membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tata laksana serta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh Perangkat Daerah Provinsi Aceh. (Dv/Eva).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More