www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Film Prasangka Mulai beredar pasca Gala Premiere

0 1,238

Acehasia.com | Banda Aceh – Sineas muda Aceh menggelar acara Gala Premiere dan diskusi film bareng dengan sejumlah aktivis dan unsur kesehatan Pemerintah Aceh, di Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh (BPNB) Banda Aceh. Kamis (22/10/2019).

Film yang ditayangkan pada acara ini berjudul ‘Prasangka,’ merupakan sebuah film fiksi bergenre edukasi kesehatan, tentang cara mencegah penyakit kaki gajah atau dikenal dengan istilah filariasis.

Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif mengatakan ada beberapa kabupaten di Aceh yang masih ada penderita filariasis (kaki gajah) ini. Ia juga mengatakan bahwa film yang berjudul ‘Prasangka’ ini telah menggambarkan tentang gejala-gejala filariasis di Aceh sekarang.

“Kita berharap melalui film ini adalah satu cara media untuk mengedukasikan kepada masyarakat tata cara bagaimana mencegah penyakit kaki gajah tersebut,” sebutnya.

Lebih jelas dr Hanif mengatakan, seharusnya para dokter di Aceh membangun sinergi dengan para masyarakat untuk mencegah penyakit kaki gajah ini.

“Masyarakat harus peka dengan proses pengobatan kaki gajah tersebut, dan ingat jangan panik segera berobat jika mengalami gejala-gejala penyakit ini,” tandasnya.

Selain itu ia juga berharap bahwa masyarakat Aceh mengetahui secara detail persoalan tentang penyakit filariasis yang semakin marak terjadi.
“Nah melalui penayangan nonton bareng yang sudah di adakan pada BPNB tadi dan selanjutnya akan di gelar di beberapa kampus di Banda Aceh, nantinya masyarakat dan anak muda juga akan sadar untuk melakukan pemeriksaa.

Film sebagai sosial marketing diyakini dapat merubah sebuah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik yang ada di masyarakat.
Atas dasar inilah, PKBI Aceh yang selama rentang waktu 2012 – 2018 telah bermitra dengan Dinas Kesehatan Aceh dan 12 Dinas Kesehatan kabupaten/kota (Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Utara, Bireun, Aceh Timur, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil dan Aceh Tamiang) mendokumentasikan program Eliminasi Filariasis melalui sebuah Film yang berjudul Prasangka, dan melakukan kerjasama dengan Aceh Bergerak memproduksi film ini serta menyelenggarakan Gala Premierenya secara kolaboratif dalam upaya meneguhkan komitmen bersama untuk Aceh Bebas Filariasis.

Hal senada juga di utarakan oleh Ambia Dianda, salah satu aktor pada film Prasangka tersebut. Ia mengatakan film ini dikemas sedemikian mudah, sehingga masyarakat Aceh paham dengan penyakit kaki gajah.

“Film fiksi edukasi ini mudah dipahami oleh semua kalangan, karena penyampaiannya kocak dan sederhana. Semoga kedepan tidak ada lagi masus filariasis di Aceh,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pemerintah bisa menyampaikan edukasi atau promosi melalui media film. banyak pemuda kreatif dan inovatif yang siap memproduksi film.

“Proses produksinya dibuat dalam bentuk film agara mudah dipahami, karena dengan cara tersebut bisa lebih berefek dimata masyarakat khususnya di Aceh,” tandasnya.

Film yang berdurasi 45 menit tersebut di garap oleh sejumlah sineas muda Aceh. Film ini di suport oleh RTI-Usaid PKBI Aceh serta didukung oleh Aceh Bergerak sebagai media kampanye kesehatan. Film ini direncanakan akan di putar di sejumlah pusat pelayanan kesehatan, kampus serta lembaga-lembaga kesehatan di Aceh.

Setelah nonton bareng film Prasangka selanjutnya sesi tanya jawab dan juga sharing pengalaman dengan para aktor dan kru film. Pada kesempatan ini aktor yang berhadir diantaranya Ambia Dianda sebagai dr Al, Andi Swatika Novidha sebagai Ibu Geuchik, Popon Aznawi sebagai Dukun.

Sedangkan kru film yang berhadir yaitu Eva Hazmaini sebagai penulis naskah sekaligus ide cerita, Takziyatun Nufus sebagai asisten sutradara sekaligus Clapper, Khairil Anas sebagai cameramen, Ilham Maulana sebagai music composer, Redha Sukadar sebagai pengatur lighting dan juga pemeran sebagai penderita kaki gajah serta Acut sebagai Wardrope.

Sementara itu dalam acara ini juga turut dihadiri oleh Biro Humas Pemerintah Aceh, Hasanuddin. Darmansyah, Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh. M Yunus Ilyas, Ketua Pengurus Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Dokter Hanif, Amirullah, Biro Ekonomi Pemerintah Aceh, serta Kepala Puskesmas Banda Aceh dan Aceh Besar. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More