www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Festival Perkusi Aceh 2021 Resmi Ditutup

0 44

Banda Aceh – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pelaksanaan event Aceh Perkusi merupakan salah satu usaha pemerintah Aceh dalam melestarikan dan mengembangkan aset Budaya Tak Benda, yang mengandung kearifan lokal sebagai identitas daerah Aceh yang bernilai tinggi.

“Selain sisi ekonomi, kita harapkan perhelatan event ini dapat menjadi sarana optimalisasi diri pelaku seni perkusi, peningkatan kualitas penampilan, keberlanjutan, dan pembinaan berkesenian,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh,  Jamaluddin SE, MSi, Ak, saat menutup acara event Aceh Perkusi 2021 di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, (15/3/21).

Ia melanjutkan, sasaran kegiatan ini untuk menyuguhkan penampilan yang menarik guna dapat menghibur masyarakat yang sedang berusaha untuk selalu hidup sehat ditengah pandemi, cerdas, kreatif , berprilaku santun, bersolidaritas tinggi dan cinta sesama, dalam rangka membangun peradaban Aceh yang bermartabat melalui kesenian tradisi khususnya Rapai.

“Disisi lain pertunjukan yang digelar sejak kemarin dan hari ini adalah sebagai sarana interaksi sosial religius, mengapreasi kesenian, khsusnya perkusi modern dan tradisional,” ujarnya.

Seni Rapai ini, sambungnya, telah berkembang dalam masyarakat Aceh dan digunakan sebagai media menyebarkan pesan-pesan religi, sehingga melekat pada tatanan kehidupan sebagai sebuah simbol kesenian islami.

“Tagline yang melekat di masyarakat Aceh tentang Rapai ini sering kita dengar yaitu “Penajoh Timphan Piasan Rapai”,” imbuh Jamaluddin.

“Kondisi ini sejalan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia dimana negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat, beserta hak-hak tradisionalnya, sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakatnya,” tambah dia lagi.

Diterangkan olehnya, pertunjukan Aceh Perkusi yang dilaksanakan pada masa pandemi ini merupakan event berbasis hybrid kombinasi daring dan luring, menggunakan sarana alternatif live streaming melalui channel youtube “disbudparaceh” dan sampai hari ini telah menembus 1000 lebih viewer.

 Dalam kesempatan itu, Jamaluddin juga mengingatkan pengunjung yang datang untuk selalu mengikuti penerapan Prokes yang ditetapkan oleh panitia.

“Kami mengingatkan kembali masyarakat untuk selalu mengikuti protkes sesuai instruksi pemerintah, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Panitia penyelenggara telah menyiapkan fasilitas tersebut,” kata dia.

Kesuksesan acara ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa Kreator Aceh memiliki rasa solidaritas dan toleransi yang tinggi serta didukung seluruh masyarakatnya. Ia meyakini Aceh akan mampu bangkit dan berdiri di barisan terdepan dalam hal seni budaya, bangkit dari sisi ekonomi, dapat menciptakan peluang bisnis dan kerjasama kemitraan bisnis perkusi dan seni.

“Dalam kesenian perkusi ini terdapat jaringan komunitas gendang, drum, rebana dan alat tabuh lainnya yang fungsi dan cara kerja mirip rapai,” ucap Jamaluddin.

Pada akhir sambutannya, Jamaluddin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu event tersebut sehingga acara tersebut dapat terselenggara dengan baik.

“Terima kasih kami sampaikan kepada masyarakat sekalian, seniman dan rekan media yang telah berkontribusi , baik secara langsung maupun dukungan lainnya, sehingga kegiatan Aceh Perkusi ini berjalan lancar, dan kita berharap sajian-sajian yang ditampilkan dipanggung yang dirilis secara streaming mendapat respon positif, disaksikan oleh masyarakat pemirsa, menjadi hiburan yang dapat menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Aceh,” tutupnya.

Seperti yang telah diketahui, event Aceh Perkusi 2021 telah dimulai satu hari sebelumnya, sejak Sabtu, 13 Maret 2021 dan berakhir Minggu, 14 Maret 2021.[]

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More