www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Fadil, Mahasiswa CCNU Asal Lhoksukon Hanya Bisa Berdiam Diri di Wuhan Tiongkok

0 2,100

Acehasia.com | Aceh Utara – Fadil, pemuda asal Dusun Kampung Baru Desa Kuta Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, yang sedang melanjutkan program master di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, Tiongkok, bersama mahasiswa lainnya hingga kini masih terkurung di Kota Wuhan, Tiongkok.

Fadil, melalui video yang diterima Acehasia.com dari seorang rekannya bernama Karel Sitepu di Lhoksukon, Senin (27/01/2020), mengatakan bahwa sejak Kamis 23 Januari 2020 Pemerintah di Kota Wuhan sudah memberikan surat edaran kepada seluruh masyarakat di Kota Wuhan agar tidak keluar rumah seiring penyebaran virus Corona.

“Pemerintah Kota Wuhan sudah memberikan surat edaran kepada seluruh masyarakatnya agar tidak bepergian keluar rumah, dimana penyebaran virus ini semakin parah. Kami selaku mahasiswa Indonesia diminta untuk tetap menjaga kesehatan dengan cara tidak bepergian keluar rumah,” kata Fadil.

Disebutkan, ia bersama mahasiswa lainnya asal Indonesia yang berjumlah 93 orang di Kota Wuhan, melalui Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok Cabang Kota Wuhan sudah berkomunikasi dengan pihak KBRI Beijing.

Dimana pihak KBRI Beijing, kata Fadil, juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk para mahasiswa asal Indonesia (12 orang diantaranya asal Aceh) untuk tetap menjaga kesehatan dan keamanan dengan cara tidak bepergian keluar rumah.

“Apabila ingin bepergian kami diwajibkan menggunakan masker dan juga untuk menjaga kesehatan dianjurkan oleh Pemerintah disini untuk mengkonsumsi makanan masakan sendiri. Kemarin, sempat padat juga situasi di supermarket dan pusat dagang dimana semua warga itu berbondong bondong untuk membeli bahan pokok makanan,” sambung Fadil.

Masakan sendiri menurutnya, makanan yang dimasak jauh lebih higenis karena juga salah satu penyebaran virus ini bisa melalui apa yang  dikonsumsi. Seiring dengan penyebaran virus mematikan itu, Kota Wuhan kini bak kota mati yang sepi dari orang-orang yang berkeliaran.

“Sebagian mahasiswa Internasional dikampus CCNU ini juga ada yang pulang ke negara mereka masing-masing berhubung libur semester dan Imlek. Dari pihak kampus saya sendiri, itu melakukan antisipasi dengan cara memberikan masker dan juga sabun cuci tangan,” terang Fadil.

Terkait hal ini, Fadil menerangkan bahwa ia bersama 11 orang mahasiswa asal Aceh hanya bisa berdiam diri di asrama kampus bahkan menimbulkan kekhawatiran akan virus tersebut yang menurut Fadil bisa dicemarkan melalui udara. Untuk itu, Pemerintah Indonesia diharapkan bisa melakukan upaya secepat mungkin.

“Kami hanya bisa berdiam diri di asrama, tidak melakukan apa-apa karena penyebaran virus Corona ini sangat mengkhawatirkan. Maka, kami berharap Pemerintah Indonesia bisa melakukan langkah cepat untuk kami seperti dilakukan evakuasi ketempat yang lebih aman,” tandas Fadil seraya berharap. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More