www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Efektif Pada 16 Mei 2020, Pemko Banda Aceh Sosialisasi Perwal Wajib Masker

0 420

Acehasia.com | Banda Aceh –  Dalam rangka sosialisasi Perwal nomor 25 tahun 2020 yaitu tentang penggunaan masker dalam rangka pencegahan covid-19, pemerintah Kota Banda Aceh melalui Satpol PP dan WH Banda Aceh membentuk tim gabungan yang terdiri dari TNI Polri dan Unsur pemerintah daerah.

Tim gabungan tersebut diantaranya Dishub Aceh dan Kota Banda Aceh, Satpol PP Aceh dan diskominfotik Banda Aceh yang turut hadir. Sosialisasi pertamadilakukan di pasar Peunayong dan Pasar Aceh, Kamis (14/5/20). Sosialisasi akan dilakukan selama tiga hari, mulai 14-16 Mei 2020.

Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat mengatakan bahwa sosialisasi ini sesuai dengan hasil rapat forkopimda sebelumnya bahwa wali kota sudah mempublikasikan perwal ini akan efektif pada sabtu, 16 Mei 2020 mendatang.

“Jadi sebelum kita berlakukan sangsi-sangsi terhadap masyarkat terlebih dahulu kita melakukan sosialisasi agar masyarakat kita benar-benar bisa menaati dan menjalankan peraturan wali kota dalam mencegah covid-19 di Banda Aceh,”ujar Hidayat.

Bagi pelangar perwal walkot tersebut, akan ada ada tiga (3) sanksi yang diterima. Pertama, pencatatan identitas yang bersangkutan. Kedua, tidak diberikan layanan dalam fasilitas publik yang ada di wilayah hukum Kota Banda Aceh.

“Sangsi yang terberat saya fikir adalah yan ketiga, yaitu pencabutan identitasm berupa KTP. Jika sudah kita cabut kita khawatirkan masyakat tidak bisa mlakukan pengurusan kegiatan-kegiatan dan aktifitas lainnya,”kata Kasatpol PP dan WH Banda Aceh.

Tak hanya bagi warga kota Banda Aceh, Perwal nomor 25 Tahun 2020 ini juga berlaku bagi masyarakat luar daerah yang datang ke Banda Aceh. “Apabila sudah mengetahui perwal ini dan tidak mematuhinya maka dia akan kita kembalikan ke wilayahnya.  Jadi ketika memasukikota banda aceh berarti sudah harus megikuti peraturan walkot Banda Aceh,”ujarnya. 

Hidayat berharap kepada masyarakat agar menganggap serius tentang penggunaan masker ini. “Kita harapkan  warga kita jangan terlalu abai dan cuek, walaupun jumlah kasusnya sudah tidak ada lagi yang positif tapi kewaspadaan ini harus kita jaga bersama. Minimal kita bisa menjaga orang-orang di sekitar kita dan orang-orang yang kita sayangi,”harapnya.

Ia juga berpesan, para pembeli dan penjual yang tidak memakai masker ditegur dan diingatkan. “Jangan sampai mereka lalai, kalo ini sudah terbiasakan mudah-mudahan covid-19 ini cepat berakhir di Kota Banda Aceh,”sebutnya.

Tentunya, kata Hidayat, masyarakat harus selalu menjaga menjaga jarak (Physical Distancing dan Social Distancing) dan selalu cuci tangan sebelum dan setelah melakukan aktivitas.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More