www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Edar Uang Palsu, Dua Pelajar Diringkus Sat Reskrim Polres Lhokseumawe

0 567

Acehasia.com | Lhokseumawe – Polisi Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe, Aceh, mengamankan dua pemuda tanggung atas kasus tindak pidana pengedaran uang (Rupiah) palsu. Sejumlah barang bukti diantaranya lembaran uang rupiah palsu dan asli turut diamankan.

Keduanya yakni RD (17) tercatat sebagai pelajar asal Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur dan seorang rekannya berinisial MS (19) asal Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara yang juga tercatat sebagai pelajar.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan didampingi Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang kepada wartawan menyebutkan penangkapan terhadap RD dan MS sebagaimana dasar Laporan Polisi Nomor : LP-A / 72 / II / Aceh / Res Lsmw tertanggal 24 Februari 2020.

“Selain RD dan MS, ada tersangka lain yaitu inisial IB (30) asal Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur dan kini masuk ke dalam DPO. Kata AKBP Ari Lasta Irawan didampingi Kasat Reskrim, pada Konferensi Pers yang berlangsung di Mapolres Lhokseumawe, Aceh, Selasa (25/02/2020).

Disebutkan, RD mendapatkan uang palsu pecahan Rp 20 ribu dari IB (DPO). Tak sampai disitu, RD kemudian mengajak MS untuk membelanjakan uang palsu tersebut dengan tujuan mendapatkan kembalian uang asli sebagai keuntungan. IB menjanjikan untuk membagikan hasil pembelajaan dari uang palsu tersebut.

“Peran RD adalah mengambil uang palsu dirumah IB dan kemudian RD membelanjakan uang palsu itu ke kios-kios dengan cara membeli makanan, minuman, BBM eceran. Sehingga mendapatkan kembalian dari hasil pembelian menggunakan uang palsu tersebut,” imbuh Kapolres, AKBP Ari Lasta Irawan.

Sedangkan peran tersangka MS yaitu membawa kendaraan sepeda motor dan menerima perintah dari tersangka RD untuk berhenti di kios-kios yang akan dilakukan pembelian menggunakan uang palsu tersebut. Namun, akhir cerita keduanya pun diciduk Polisi. Sementara IB, masih DPO dan dalam pengejaran Polisi Satuan Reserse Kriminal.

Dari kasus ini Polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebuah tas sandang dan 55 lembar uang pecahan Rp 20 ribu palsu. Kemudian pecahan uang asli hasil kembalian yaitu 20 lembar uang pecahan Rp 10 ribu asli, 63 lembar pecahan asli Rp 5 ribu, 15 lembar pecahan asli Rp 2 ribu, dan satu unit sepeda motor bernopol BL 6384 DAV.

Kedua tersangka terkait kasus ini diterapkan Pasal Pidana yaitu Pasal 36 ayat (3) Jo Pasal 26 ayat (3) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang Subs UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Subs Pasal 55 KUHPidana. Ancaman pidana paling lama 15 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 50 milyar. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More