www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Dyah Erti Tinjau Lokasi Banjir Di Darul Imarah

0 399

Acehasia.com | Jantho – Akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar semenjak 7 Mei lalu menyebabkan kondisi salah satu sungai di Aceh Krueng Daroy meluap sehingga menggenangi sejumlah gampong, salah satunya di Kecamatan Darul Imarah. 

Dengan cepat, Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati bersama dengan Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, meninjau langsung beberapa lokasi yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 9/5/2020. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir.

Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi banjir yang menggenangi permukiman warga tersebut, mengingat saat ini sedang memasuki Bulan Ramadhan sehingga ditakutkan akan  mengganggu ibadah masyarakat. Maka dari itu, kepada Dinsos Aceh Dyah menyarankan aga dibutakan posko pengungsian kedua untuk menampung warga yang terdampak banjir.

“Kondisi hujan saat ini kan tidak pasti, jadi harus ada back up posko agar masyarakat mudah mengevakuasi diri,” kata Dyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri mengatakan, rencananya posko kedua tersebut akan dibuat di Gampong Ulee Tuy, tepatnya di Dayah Tanzibul Fata. 

Kata Alhudri, kondisi bangunan dayah yang memiiki dua lantai tersebut di anggap sangat cocok untuk dijadikan posko pengungsiaan di masa banjir, sehingga masyarakat dapat tinggal sementara dan terhindar dari banjir.

“Nantinya akan dibantu oleh pihak TNI untuk menyediakan beberapa peralatan untuk pembangunan posko,” kata Alhudri.

Damanik, salah satu warga Gampong Permata Punie yang terdampak banjir mengatakan bahwa setiap kali hujan menguyur kawasannnya maka air akan menggenai desanya.

Menurutnya,  itu disebakan oleh kondisi irigasi dan drainase di kawasan desanya yang mulai dangkal sehingga memperparah kondisi banjir di daerahnya. Oleh sebabnya ia meminta agar irigasi di kawasanya dapat di normalisasi kembali.

“Harus dinormalisasi irigasi, kareana kapasitas irigasi kita di sini seharusnya memiiliki kedalaman 3 meter, tapi sekarang 1 meter pun tidak sampai,” ujarnya.

Maka itu, kata Damanik, jika  irigasi sudah dapat di normalisasi kembali dengan memperdalam irigasi hingga 3 meter, ia menyakini, air tidak akan meluap lagi dan masyarakat akan terhindar dari banjir.  (Ril)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More