www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Dukungan Untuk Pembebasan Munirwan Terus Mengalir

0 777

Acehasia.com | Banda Aceh– Elemen sipil Aceh berhasil menggalang 2000 lembar KTP sebagai bentuk dukungan mereka terhadap Tgk Munirwan, Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara yang kini di tahan di Polda Aceh. Kamis (25 Juli 2019).

Kartu tanda penduduk dari berbagai tokoh dan kalangan masyarakat Aceh  tersebut sebagai penjamin yang diserahkan ke penyidik Dit Reskrimsus Polda Aceh untuk penangguhan penahanan terhadap Tgk Munirwan, Kepala desa Meunasah Rayeuk ini ditahan karena di duga telah menyebarkan bibit padi unggul IF8 hasil inovasi Badan Usaha Milik Desa yang tak  berlebel.

Simpati kepada Munirwan mengalir dari publik. Pasalnya Munirwan merupakan kepala desa yang berhasil melakukan inovasi bibit unggul jenis IF8. Bahkan pada tahun 2018  lalu, inovasinya itu mendapat juara dua nasional dari kementerian.

Zulfikar, Direktur Koalisi NGO HAM Aceh selaku Pendamping Hukum Munirwan menyatakan penangkapan ini karena diaporkan oleh dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terkait benih padi IF 8 tanpa lebel.

“Sebenarnya benih padi IF 8 yang berhasil dikembangakan Munirwan merupakan pemberian Irwandi Yusuf Gubernur Aceh non aktif tahun 2012 lalu untuk program ketahanan pangan atau disebut Aceh troe. Namun setelah berhasil dikembangkan malah Munirwan dimasukkan kedalam penjara.” Jelas zulfikar.

Komisi III DPR RI Minta Kasus Hukum Dihentikan

Selain itu, Anggota Komisi Hukum DPR RI asal Aceh M Nasir Djamil menyayangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang melaporkan Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara ke polisi.

“Tindakan Dinas Pertanian dan Perkebunan itu terkesan tidak mendidik dan berpotensi menghambat para petani dan pekebun untuk melakukan inovasi di bidang pertanian dan perkebunan.” Ungkap Nasir Jamil melalui pesan Whatsapp ke redaksi acehasia.com

Alfian, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) memperlihatkan Surat yang dibubuhi tanda tangan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Foto : Istimewa.

Nasir Djamil mendesak kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh agar menarik dan mencabut laporannya di Polda Aceh.

“Jangan kriminalisasi geuchik dan petani yang berprestasi. Seharusnya inovasi mereka dihargai dan dilindungi, bukan dihukum”, ujar Nasir Djamil.

Dia menambahkan Dinas Pertanian dan Perkebunan seharusnya melakukan pembinaan kepada para petani yang belum menyertifikatkan inovasi mereka. Jika sejak awal ada perhatian dan pembinaan tentu Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara tersebut  tidak akan berurusan dengan hukum.

“Kepada Kapolda Aceh saya berharap bisa menangguhkan penahanan Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara dan berupaya untuk memfasilitasi agar kasus ini dihentikan dan dicari solusi yang memberikan kemanfaatan dan keadilan hokum.” Harap Nasir Jamil

Aceh Bergerak Juga Angkat Bicara

Ketua Aceh Bergerak, Ambia Dianda dalam siaran pers sesalkan  sikap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang melaporkan Geuchik Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara itu. Kamis (25 Juli 2019).

Ambia Dianda, Ketua Aceh Bergerak. Foto : dok. pribadi.

Ambia Dianda menjelaskan tindakan Dinas Pertanian dan Perkebunan itu terkesan tidak mendidik dan berpotensi menghambat para petani untuk melakukan inovasi di bidang pertanian dan perkebunan.

“seharusnya Distanbun Aceh melakukan pembinaan terhadap para petani dan kelompok tani, bukan malah mengkriminalisasi.” Jelas Ambia.

Ambia berharap Distanbun menarik laporannya terhadap Tgk Munirwan dan kepada Kapolda Aceh agar menangguhkan penahanannya.

Belum mendapat Penjelasan dari Distamben

Hingga berita ini diturunkan, tim acehasia.com mencoba menghubungi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, A Hanan melalui telepon seluler dan juga melalui media WhatSapp belum juga di respon. Akan tetapi, acehasia.com menerima rilis dari juru bicara Pemerintahan Aceh, Wiratmadinata terkait penahan Tgk Munirwan. Menurut Wiratmadinata, Pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan tidak pernah melapor Tgk Munirwan. Bahkan, A Hanan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan hadir di polda untuk menyerahkan KTP kepada Elemen sipil Aceh sebagai bentuk dukungan penangguhan kepada Tgk Munirwan. (Dv)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More