www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Dua Pasangan Jarimah Zina Di Cambuk di Aceh Besar

0 407

Acehasia.com | Aceh Besar- Kejari Jantho Laksanakan Eksekusi terhadap pelanggar Qanun Aceh Tentang Hukum Jinayat yaitu Soal Jarimah Zina

Pasangan ini menjalani Uqubat ( Hukuman ) cambuk sebanyak 100 kali di halaman Masjid Agung  Al-Munawwarah Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat (4/9/2020).

Pasangan Jarimah Zina ini terbukti melanggar pasal 33 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014, tentang hukuman Jinayat. Berdasarkan Surat Perintah pelaksanaan putusan Mahkamah Syariyah Jantho putusan terhadap Perkara pasangan ini dieksekusi dengan cara Uqubat Cambuk Sejumlah 100 kali.

Proses eksekusi cambuk dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 guna mencegah penyebaran virus corona di Aceh Besar dan waspadai transmisi lokal Covid-19.

Prosesi Cambuk ini dibuka Oleh Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H. Husaini A Wahab atau yang kerap disapa Waled, dan Kejari Aceh Besar, Unsur Polres Aceh Besar, Unsur Kodim Aceh Besar serta stake holders lainnya.

Dalam Kegiatan Eksekusi tersebut turut dihadiri oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Siti Salwa, S.HI.,MH yang di dampingi oleh Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Ervi Sukmawati S.HI.,MH. Serta  Unsur Hakim Pengawas Mahkamah Syar’iyah Jantho Dihadiri oleh Fadlia S,Sy.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Siti Salwa menyampaikan, berdasarkan Statistik Grafik Perkara Jinayat yang masuk dan diadili di Mahkamah Syar’iyah Jantho mengalami penurunan jumlah perkara yang cukup signifikan. Tercatat pada tahun 2017 sejumlah 49 Perkara, tahun 2018 berjumlah 26 Perkara, di 2019 sejumlah 18 Perkara dan ditahun 2020 sudah 15 Perkara sampai dengan Awal bulan September.

“Tingkat kesadaran yang tinggi dari masyarakat Kabupaten Aceh Besar secara Khususnya untuk tidak melanggar hukum sudah mulai terlihat, hal ini patut kita apresiasi,” Ungkap Siti Salwa, yang sejak medio bulan agustus 2020 menjabat Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Dia juga menambahkan bahwa kesadaran para pihak akan bersyariat islam, dimulai dalam bersikap dan berperilaku serta bermuamalah tentu sebuah amal perbuatan yang diridhai oleh Allah SWT.

“Value ( nilai ) bersyariat itu dimulai dari kesadaran yang ada pada setiap diri orang, seperti dalam sabda Rasulullah Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu. “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya” tentu jika kita dengan Allah, kita tidak akan melanggar Hukum Allah,” Jelasnya

Siti Salwa juga berharap eksistensi hukum Jinayat sebagai azas Legalitas atau “ Nullum delictum nulla poena sine praevi lege “ ( tidak ada delik, tidak ada pidana tanpa peraturan lebih dahulu) sejak tahun 2003 di Provinsi Aceh dan telah di kodifikasikan dalam Qanun jinayat.

Jadi tidak ada lagi para pihak yang beralasan tidak tahu tentang pelanggaran hukum yang dilakukan, untuk itu dia berharap peran aktif semua pihak ulama, umara dan masyarakat agar Syariat Islam semakin tegak di Provinsi Aceh,” Tutup Siti Salwa.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More