www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Distanbun Aceh Panen Perdana Bawang Merah Tajuk

0 563

Acehasia.com | Banda Aceh – Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melakukan pane perdana bawang merah (Alium Ceva) varietas Tajuk di halaman belakang dinas pada Selasa (14/1/2020). Hal ini sebagai benuk suksesnya pengaplikasian Gerakan Bereh serta dengan membaiknya tampilan dan pelayanan di dinas tersebut.

Kadistanbun Aceh, A Hanan menjelaskan, pelaksanaan tanaman obat keluarga atau Toga dan pemanfaatan pekarangan untuk ditanami sayuran adalah sub bagian dari Gerakan Bereh  yang dicetuskan Plt Gubernur Aceh.

“Alhamdulillah, Gerakan Bereh sukses kita laksanakan di Distanbun. Berbagai jenis sayuran dan Tanaman Obat Keluarga atau Toga sukses kita laksanakan. Toga ini juga sangat selaras dengan program Kementerian Pertanian yang kita laksanakan di setiap unit kerja kantor Distanbun termasuk yang di unit II,” ujar A Hanan.

Saat ini, tambah A Hanan, tim Distanbun sedang melakukan pendataan, untuk melengkapi setiap tanaman obat yang ada dengan narasi atau keterangan, terkait manfaat dari masing-masing tanaman tersebut, agar masyarakat luas dapat mengetahui manfaat dan kegunaannya.

Selain itu, Hanan juga menyebutkan bahwa penanaman bawang ini merupakan kampanye kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah.

“Tanaman sayuran terutama bawang Varietas Tajuk yang kita panen hari ini merupakan salah satu strategi kita mengkampanyekan kepada masyarakat luas agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk diisi dengan tanaman obat dan sayuran. Sehingga kebutuhan harian dapat dipenuhi dari hasil pekarangan sendiri,” kata Hanan.

Sementara itu, Yuni Saputri selaku Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran hasil Tanaman Hortikultura Distanun Aceh menjelaskan, bawang merah varietas Tajuk yang dipanen hari ini ditanam di areal percontohan seluas 500 meter persegi.

“Luas lahannya 500 meter persegi. Tak hanya bawang merah, berbagai varietas sayuran dan buah-buahan khas Aceh dan dari daerah dan negara lain juga kita kembangkan di sini,” sebut Yuni.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto menjelaskan, panen perdana bawang merah (Alium Ceva) varietas Tajuk ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan penerapan Program Bereh di SKPA.

“Tanaman Obat Keluarga atau yang biasa disingkat Toga telah berhasil dikembangkan dan dikampanyekan oleh Distanbun. Ini merupakan suatu langkah yang sangat baik karena merupakan bagian dari Gerakan Bereh. Insya Allah dapat kita contoh di seluruh SKPA karena di Setda Aceh TOGA ini juga sudah diaplikasikan,” kata Iswanto.

Pergub Bereh yang ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh pada tanggal 15 November 2019 itu, semakin menegaskan pentingnya penerapan Gerakan Bereh di Lingkup Pemerintah Aceh.

“Tujuan dari diterbitkannya Pergub Bereh adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehingga dapat meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. Kami di SKPA tentu sangat mendukung langkah ini sebagai sebuah upaya memaksimalkan kinerja aparatur di semua lini, agar masyarakat terlayani dengan baik,” ujar mantan Kabag Humas Pemkab Aceh Besar itu.

Hingga saat ini, Gerakan Bereh masih terus digaungkan. Kampanye dan evaluasi juga masih terus berjalan. Perlahan dan bertahap, masyarakat telah merasakan imbas positif dari penerapan Gerakan Bereh.

Sebagai fungsi kontrol, Pemerintah Aceh juga tidak menutup diri atas kritik dan saran masyarakat terhadap penerapan gerakan ini demi menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More