www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Daerah di Aceh Utara Kebanjiran

0 513

Acehasia.com | Aceh Utara – Tingginya curah hujan menyebabkan beberapa desa di empat Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara dilanda banjir. Ketinggian debit air di beberapa lokasi banjir juga bervariasi, mulai dari 50 sentimeter bahkan hingga dua meter.

Informasi diperoleh Acehasia.com, banjir mulai terjadi sejak Sabtu (16/05/2020) sore terutama di Kecamatan Matangkuli dalam skala kecil. Namun pada Minggu (17/05/2020) pagi, banjir mulai meluas hingga ke Kecamatan lain.

Mengutip laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengenai situasi terkini yang diperoleh Acehasia.com di Group Whatsapp pada Minggu sore pukul 15:15 WIB, bahwa kecamatan yang digenangi banjir meliputi, Kecamatan Sawang, Matangkuli, Tanah Luas dan Langkahan.

Terdapat satu desa yaitu Desa Sawang Kecamatan Sawang yang dilanda banjir disertai longsor, sedangkan di Kecamatan Langkahan ada dua desa meliputi Desa Leubok Pusaka dan Desa Buket Linteung. Untuk Kecamatan Tanah Luas meliputi Desa Rayeuk Kuta, Desa Serba Jaman Baroh, Desa Tanjong Mesjid dan Desa Blang.

Sedangkan di Kecamatan Matangkuli terdapat sepuluh desa yang dilanda banjir, sebagaimana mengutip laporan BPBA meliputi Desa Alue Tho, Tumpok Barat, Hagu, Pante Pirak, Lawang, Tanjong Haji Muda, Leubok Pirak, Meunye Pirak, Siren, dan Desa Ceubrek Pirak.

Saiful Anshori, warga Desa Leubok Pusaka Kecamatan Langkahan yang dikonfirmasi Acehasia.com menyebutkan, banjir mulai menerjang kampung halamannya sejak Minggu dinihari. Dimana banjir tersebut datang secara tiba-tiba akibat curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir.

“Saat ini kami masih bertahan di rumah masing-masing mengingat debit air masih tinggi dan tidak mungkin untuk beraktivitas. Bahkan, akses utama yang selama ini sering kami lintasi tidak bisa lagi dilewati untuk sementara, karena debit airnya tinggi mencapai dua meter,” ujar Saiful.

Namun hingga Minggu sore, sambung Saiful, debit air mulai berangsur surut secara perlahan. Akan tetapi tidak menutupkemungkinan debit air kembali meninggi jika curah hujan masih tinggi dan mengguyur dataran tinggi Bener Meriah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah, kepada Acehasia.com mengatakan pihaknya masih berada di lokasi banjir untuk terus memantau perkembangan di lapangan. Bahkan, hingga Minggu malam pihaknya telah menurunkan boat mesin untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

“Ya saat ini saya bersama personel dan tim SAR masih di lokasi banjir untuk terus memantau perkembangan. Dan, kami juga sudah menurunkan boat mesin untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir mengingat ada desa-desa yang debit airnya tinggi hingga satu meter,” terang Amir Hamzah dikonfirmasi Acehasia.com, Senin (18/05/2020) sekira pukul 00:45 WIB. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More