www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Deputi Senior Bank Indonesia Kunjungi ARC Unsyiah dan Lihat Proses Minyak Nilam Ekspor

0 832

Acehasia.com | Banda Aceh – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti berkunjung ke Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Destry datang dan didampingi oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal, Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, Sekda Aceh Jaya, Mustafa dan beberapa tamu penting lainnya dari Jakarta. Rabu,(4/12/2019)

Kunjungan ini sekaligus melihat proses penyulingan daun Nilam menggunakan Ketel Inovasi Unsyiah hingga menghasilkan minyak Nilam standar ekspor.

Kepala ARC Unsyiah, Syaifullah Muhammad, menjelaskan proses penyulingan daun Nilam terseut. 

Minyak Nilam tersebut dilakukan proses lanjutan secara destilasi vakum hingga menghasilkan hi-grade Patchouli (minyak Nilam kualitas tinggi) dengan kandungan Patchouli Alkohol mencapai 70- 80% dan bebas dari kontaminasi senyawa logam berat dan pencemar organik.

“Hi-grade Patchouli ini yang kemudian digunakan sebagai bahan fiksatif Parfum untuk minyak wangi Neelam produksi ARC yang telah mulai dipasarkan. Sifat fiksatif ini juga yang diambil oleh perusahaan parfum kelas dunia di Perancis dan negara lainnya untuk memproduksi parfum yang wanginya tahan lama,” ujar Syaifullah.

Minyak Nilam Aceh merupakan Nilam yang terbaik di dunia karena karakteristiknya yang unik. Nilam Aceh (Pogostemon Cablin, Benth) tetap akan memiliki karakteristik yang berbeda jika ditanam di provinsi lain. Itulah sebabnya, kini Nilam Aceh telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Depkumham RI.

Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, menyatakan bahwa Unyiah berkomitmen untuk membantu membangkitkan kembali kejayaan Nilam Aceh melalui pendekatan Inovasi Teknologi.

Industri Nilam Aceh dianggap berpotensi dalam meningkatkan pendapatan ekspor Indonesia dan juga ekonomi Aceh.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh,  Zainal Arifin Lubis mengatakan bahwa Nilam adalah salah satu komoditi penting Aceh yang bisa berkontribusi bagi perekonomian nasional.

“Nilam adalah komoditi ekspor Indonesia terbesar untuk Atsiri. Indonesia memasok 90% kebutuhan Nilam dunia, dan Nilam Aceh dengan karakteristiknya yang unik sangat disukai oleh buyer internasional. Kalau ekspor Nilam Aceh bisa ditingkatkan, maka Aceh akan berkontribusi untuk persoalan Current Account Deficit Nasional, dan tentu saja juga akan berkontribusi pada ekonomi Aceh, pembukaan lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan”. Ujar Arifin.

Saat ini minyak Nilam Aceh melalui berbagai program yang dilaksanakan oleh ARC bekerjasama dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan media (Penta Helix) dengan pendekatan Klaster Inovasi Nilam yang diinisiasi oleh Kemenristek, telah menghasilkan berbagai produk turunan dan start up bisnis baru di Aceh.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti memberikan apresiasi kepada ARC Unsyiah dengan upaya yang telah mereka lakukan.

” Apa yang dilakukan ARC Unsyiah bersama berbagai stake holders termasuk dukungan dari BI sangat bagus sekali. Ini inisiatif perguruan tinggi yang perlu didukung dan dicontoh. Indonesia perlu memperbanyak kalangan orang terdidik dari kampus untuk turun ke masyarakat dan memberikan pengetahuannya untuk kesejahteraan masyarakat. Kita akan bantu mengkomunikasikan di level nasional tentang Nilam Aceh sebagai salah satu pilar ekonomi yang perlu terus dikembangkan,” ujar Destry.

Destry Damayanti juga menyerahkan bantuan berbagai peralatan produksi seperti bibit, lahan demplot, rumah pengering, mesin pencacah kompos, ketel penyulingan an lan sebagainnya kepada perwakilan masyarakat dari Kelompok Tani Sapeu Pakat Desa Ranto Sabon Kecamatan Sampoinet Aceh Jaya.

Peralatan produksi minyak Nilam tersebut dilaksanakan dalam program Local Economic Development (LED) Bank Indonesia Perwakilan Aceh bekerja sama dengan ARC Unsyiah. Saat ini ARC Unsyiah merupakan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Perguruan Tinggi (PT) Nilam dari Kemenristek. Ini satu-satu nya PUI-PT Nilam yang ada di Indonesia. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More