www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Cegah Kekerasan Pada Anak Dengan Pemahaman dari Keluarga

0 830

Acehasia.com|Meulaboh – Dua hari yang lalu merupakan hari istimewa bagi sebagian anak. Seperti yng kita ketahui, 23 Juli menjadi penetapan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) telah diresmikan oleh Presiden RI kedua Soeharto melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. HAN diperingati saban tahun dengan tujuan untuk menghormati hak-hak anak di seluruh dunia.(26/7/19)

Berbicara tentang HAN, mari mengulik lebih dalam mengenai apa saja yang telah terjadi pada generasi penerus bangsa. Tak perlu memandang jauh, meningkatnya kekerasan terhadap anak di Aceh seolah tak habis menjadi topik yang menarik untuk dibahas.

Pemberitaan mengenai kekerasan pada anak seringkali membuat siapa saja tak nyaman. Wajar saja, mengingat anak memiliki keterbatasan dalam menjaga dirinya sendiri. Untuk itu perlu pengawasan dan perhatian lebih bagi orang dewasa untuk menjaga anak selalu dalam pengawasan.

Mengenai hal ini, Pembina salah satu Yayasan di Aceh Barat menanggapi bahwa perlindungan anak dimulai dari keluarga dalam memberikan pemahaman kepada anak.

“Semua dimulai dari keluarga, mereka harus menjalankan fungsinya dengan baik, terutama dalam mengembangkan sikap spritual yang baik, dalam hal ini anak juga harus memperkuat pengetahuan mengenai batasan dalam bergaul juga meningkatkan kemampuan bela diri karna sebenarnya perlindungan terhadap anak dimulai dari diri sendiri” terang Hidayatullah saat ditemui di SOS Desa Taruna Meulaboh.

Selain itu menurut Hidayatullah, ada beberapa solusi untuk meminimalisir agar kasus kekerasan terhadap anak tidak terdengar lagi diantaranya:

Pentingnya peran orang tua dalam memperhatikan perkembangan anak sekaligus mengajarkan mereka untuk kenal batasan terhadap diri dengan sesama lawan jenis. Mengenalkan anak area sensitif, dan menasehati dengan cara memberitahu pengalaman yang sudah terjadi sebelumnya.

Lalu perlu pula lembaga untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat awam tentang tindakan kekerasan sekaligus mengajak untuk melaporkan tindakan kekerasan yang terjadi disekitar sekalipun itu.

Memberikan hukuman yang berefek jera tidak hanya kepada pelaku tetapi juga kepada orang lain, agar tidak terjadi kasus yang sama lagi.

Setiap anak adalah bagian dari keluarga, di dalamnya ada jiwa yang harus berkembang dengan kasih sayang, sehingga dapat tumbuh dengan rasa hormat dan dihargai. Semua anak harus hidup dengan rasa aman.(Helena/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More