www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

BPBD Aceh Utara Monitoring Konflik Harimau, Jejak Baru Masih Ditemukan

0 865

Acehasia.com | Aceh Utara – Konflik Harimau Sumatera di salah satu Desa Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih berlanjut. Kendati kali ini tidak lagi memangsa hewan ternak warga, namun beberapa jejak satwa liar tersebut masih ditemukan di sekitar jalan perkebunan warga.

Hal ini terlihat ketika Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara melakukan monitoring atau pengecekan perkembangan situasi terkini di desa tersebut pada Sabtu (21/12/2019) siang. 

Namun, perlu dilihat pula penyebab satwa liar yang dilindungi itu keluar dari hutan. Justeru itu, BPBD akan melaporkan kejadian ini kepada Pimpinan dan bersinergi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi dan upaya apa yang harus dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah, menyebutkan bulan lalu pihaknya telah menerima informasi dari desa setempat terkait konflik Harimau hingga memangsa lima ekor sapi warga. Camat setempat juga diminta untuk mengimbau warganya.

“Tadi saya sudah lihat sendiri masih ditemukan jejak Harimau, sepertinya itu jejak baru dan ukurannya sangat besar. Nah, di sini perlu saya himbau kepada masyarakat agar tetap waspada meskipun satwa tersebut belum mengganggu warga,” kata Amir.

Amir juga menyebutkan, penyebab turunnya Harimau dari hutan juga perlu dilihat baik dari sisi apakah habitatnya terganggu atau ada sebab lain. Dengan demikian menurutnya, perlu upaya kerjasama lintas sektor mengatasi persoalan tersebut.

“Kami juga perlu mengimbau Camat setempat untuk mengimbau warganya tetap mewaspadai konflik Harimau, memang sekarang ini belum mengganggu warga. Namun sebelum kejadian, setidaknya ada upaya dari sejumlah pihak,” tambah Amir.

Pantauan Acehasia.com, temuan baru jejak Harimau kali ini tidak jauh dari perumahan penduduk atau berjarak sekitar 150 meter. Hal ini juga dibenarkan tokoh masyarakat setempat, Zakarial Mihra di lokasi. Ia menduga bahwa jejak tersebut baru saja ada sejak semalam yang lalu.

“Ini jejaknya baru saja ditemukan lagi, prediksi kita ini jejak tadi malam. Dan tidak jauh dengan rumah warga, bahkan memang di jalan perkebunan warga. Jadi, upaya sementara selain mendatangkan Pawang kami akan gelar kenduri besok,” kata Zakarial.

Pantauan lain di lokasi, selain ditemukan jejak Harimau juga didapatkan jejak-jejak Babi hutan yang berdampingan. Hal ini diprediksi bahwa Harimau tersebut sedang berupaya memburu Babi hutan sebagai makanannya. 

Tentunya, perlu sinergitas kerjasama antar lintas sektor hingga melakukan upaya pemantauan penyebab hewan buas yang satu ini keluar dari hutan apakah dikarenakan makanannya yang mulai habis diburu manusia atau terganggu habitatnya. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More