www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

BPBA Gelar FGD Penyusunan Buku Panduan PRB

0 787

Acehasia.com|Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan buku panduan Pengurangan Risiko Bencana pada Sarana dan Prasarana Publik bertempat di Aula lantai dua BPBA Banda Aceh. Rabu (24/7).

FGD kali ini berbicara tentang susunan buku panduan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) pada sarana dan prasarana publik yang merupakan turunan dari Pergub PRB No 44 Tahun 2019 yang telah disahkan oleh Pemerintah Aceh pada tanggal 28 Juni 2019 lalu. Pergub Pengurangan Risiko di Sarana Publik ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana menjamin terselenggaranya pengurangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh memastikan kelompok rentan dan penyandang disabilitas mendapatkan akses yang adil dan setara dalam setiap agenda PRB dan membangun partisipasi dan kemitraan publik serta swasta dan mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan. Sarana dan prasarana publik yang dimaksud mencakup 8 ruang lingkup seperti : Lembaga Pemerintahan, Lembaga Pendidikan, Pasar, Tempat Penginapan ,Tempat Wisata, Rumah Ibadah, Prasarana Transportasi dan Prasarana Olah Raga.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Ahmad Dadek, sangat antusias dalam penyusunan buku panduan PRB ini karena buku ini akan menjadi acuan dan pedoman agar mempermudah setiap penangggung jawab sarana publik dalam menjalankan agenda PRB sebagaimana diatur dalam Pergub Aceh tersebut.

” Pergub ini adalah Pergub pertama kali yang ada di indonesia yang mengatur teknis dan mekanisme pengurangan risiko bencana pada sarana dan prsarana publik” Ujar Dadek.

Ia juga mengutarakan rasa terima kasih kepada pihak yang telah membantu penyusunan pergub ini dan agar dapat membantu kembali BPBA dalam penyusunan buku panduannya sebagai bentuk realisasi yang membahas teknis-teknis pada masing-masing ruang lingkup PRB Ini. BPBA kali ini ingin menggali masukan para pihak terutama yang berkaitan langsung dengan PRB dan diharapkan akan banyak gagasan dan pertimbangan yang nantinya akan memperkaya rancangan buku panduan ini yang telah disusun oleh tim.

Dadek juga berharap dengan hadirnya buku panduan ini setiap penanggungjawab prasarana dan prasarana publik dapat memastikan kelompok rentan dan penyandang disablitas menadapat akses yang adil dan setara dalam setiap agenda PRB. Diharapkan penanggungjawab setiap sarana dan prasaran publik juga dapat berperan optimal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana.

FGD ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari Stakeholder penting dalam pengurangan Risiko Bencana dari perwakilan dari SKPA seluruh Aceh dan pihak dari beberapa hotel di Aceh.(Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More