www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

BPBA Adakan Workshop Teknis Penyelenggaraan Simulasi Bencana

0 644

Acehasia.com | Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) laksanakan Workshop Teknis Penyelenggaraan Simulasi Bencana Tahun Anggaran 2019. Kegiatan tersebut  berlangsung selama 3  (tiga) hari, dimulai 04 s.d 06 September 2019 bertempat di Hermes Palace Hotel.

Sambutan workshop teknis Penyelenggaraan Simulasi Bencana  ini disampaikan  langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Sunawardi dan dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Aceh  T Ahmad Dadek pada pukul 20:00 WIB malam. (04/9)

Narasumber  workshop teknis penyusunan Rencana Kontijensi ini  terdiri dari 2 orang yaitu : Asisten II T Ahmad Dadek dan Kasi Pencegahan Yudhie Satria.

Hari kedua diisi dengan materi workshop teknis Penyelenggaraan Simulasi Bencana.  Acara di mulai dari pukul 08.00 WIB  dengan Narasumber langsung disampaikan oleh Bapak Yudhie Satria.

Workshop ini dihadiri oleh peserta yang berjumlah 40 orang  yang berasal dari BPBD 23 kabupaten/kota, anggota Forum PRB BPBA Kab/Kota Se – Aceh, Forum PRB Aceh, Forum PRB Pidie Jaya, Forum PRB Aceh Selatan,  Forum PRB Kota Banda Aceh,   Forum Kota Sabang dan  Forum Kota Langsa.

Pada sambutannya, Kalak BPBA Sunawardi mengatakan bahwa berdasarkan dokumen Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI),  Aceh   memilki    daerah kabupaten/kota  yang berisiko tinggi bencana.  Daerah beresiko tinggi bencana ini membutuhkan upaya-upaya penanggulangan bencana yang dititik beratkan pada situasi terdapat potensi bencana yang kegiatannya meliputi pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

“Simulasi bencana merupakan salah satu upaya pengurangan resiko bencana  yang berhubungan langsung dengan masyarakat” Ungkap Sunawardi.

Ia juga menambahkan untuk mewujudkannya diperlukan peningkatan kapasitas aparatur Pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD-BPBD dan pemangku kepentingan dalam penyelenggaraannya.

Dalam Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Aceh (RPBA), pada konteks ‘Kesiapsiagaan’ dibutuhkan sebuah sistem yang mampu menjamin terselenggaranya proses penyelamatan dan evakuasi yang aman dan dapat mengurangi efek samping terjadinya sebuah bencana. Simulasi bencana diharapkan mampu menciptakan solusi yang tepat guna bagi masyarakat.

Terakhir Sunawardi berharap Acara Workshop Tekhnis Penyelenggaraan Simulasi Bencana akan dapat memberikan gambaran bagaimana penyelenggaraan simulasi bencana yang tepat guna dengan mengenal beberapa  tahapan manajemen kesiapsiagaan yaitu: perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, serta rencana perbaikan.

Dalam Buku pedoman latihan kesiapsiagaan bencana yang dirilis oleh BNPB, untuk melaksanakan simulasi bencana pelaksana diharapkan mampu menciptakan sebuah sistim evakuasi mandiri di masyarakat melalui pemahaman akan potensi bencana, sistim peringatan dini dan latihan evakuasi. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More