www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Bisikan dan Doa Pawang Dalam Ritual Pengusiran Harimau Pemangsa Sapi di Aceh Utara

0 1,118

Acehasia.com | Aceh Utara – Pawang harimau akhirnya didatangkan dari Meulaboh, Aceh Barat. Kali ini pawang berusia 70 tahun itu mendapat tugas untuk mengatasi gangguan Harimau Sumatera yang telah memangsa lima sapi dan belasan kambing milik warga salah satu desa di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Mingggu,(1/12/19)

Adalah Tgk. Syarwani Sabi atau akrab disapa Kakek Syarwani. Ia merespon cepat persoalan itu, sehingga BKSDA Aceh melalui Tim Resort KSDA 11 Aceh Utara Seksi I Wilayah Lhokseumawe mendatangkannya lebih cepat. Justeru, warga menaruh harapan besar kepada pawang yang satu ini. 

Di mana sejak sebulan terakhir Harimau Sumatera berkeliaran di pemukiman penduduk. Kecemasan warga saat itu semakin memuncak, bahkan dua jiwa dari satu KK terpaksa mengungsi ketempat yang lebih aman. Untuk mengembala ternaknya ke hutan saja warga cemas, khawatir akan jadi korban selain memangsa ternak yang ada.

Pada Sabtu malam (30/11/2019), kakek Syarwani bersama Tim Resort KSDA 11 Aceh Utara tiba di pemukiman itu. Ia disambut hangat para warga yang telah menunggunya, tentu saja kekhawatiran warga selama ini akan ancaman Harimau tampaknya mulai agak sedikit lega. 

Kekompakan wargapun terbentuk, mereka menyiapkan penginapan bagi Kakek Syarwani dan Tim Resort KSDA 11 untuk rehat pada malam itu. Barulah keesokan harinya, Minggu pagi (01/12/2019) dilakukan pengusiran dengan cara ritual dan doa bersama di lokasi yang tak jauh dari sisa bangkai sapi yang dimangsa Harimau atau tepatnya di kediaman Sukidi (60) warga setempat.

Sebelum puncak ritual dilakukan, terlebih dahulu sang pawang menjajaki bekas jejak baru Harimau yang sempat kembali untuk menghabiskan sisa makanannya. Bau tanda-tanda keberadaan Harimau mulai tercium waktu itu, sang pawang memastikan Harimau tersebut bersembunyi tak jauh dari sisa makanannya.

Kakek Syarwani mulai membisikkan sesuatu yang tujuannya sebagai perintah kepada si Harimau untuk meninggalkan pemukiman.

“Sisa (bangkai) ini milikmu, ambilah, habiskan, karena ini rezekimu. Tetapi setelah ini segera pergi, menjauhlah, tinggalkan tempat ini,” ucap Kakek Syarwani sebagai bisikan perintah kepada Harimau.

Ritual disiapkan, warga mulai anak-anak hingga dewasa saling kompak menyiapkan berbagai persiapan sebagaimana yang dibutuhkan pawang. Lubang pun digali, tak terlalu dalam. Tujuannya, menanam salah satu jenis tanaman yang dipercayai sebagai penangkal Harimau. 

Tanpa rasa lelah meski usia yang sudah lanjut, Kakek Syarwani mulai melakukan ritual. Lagi-lagi ia membisikkan sesuatu pada lubang yang digali itu dan mengelilingi jenis tanaman yang ditanam. Intinya meminta Harimau jangan lagi memangsa ternak warga dan segera menjauhi pemukiman penduduk agar warga dapat kembali beraktivitas di kebun.

Usai ritual, ia memimpin doa bersama. Doa-doa yang dibacakan itupun berlangsung dengan suasana haru mengingat gangguan Harimau selama sebulan terakhir ini membuat kecemasan di kalangan masyarakat setempat. Warga tak bisa berbuat banyak, selain berharap penuh kepada sang pawang.

Nurdin, staf Resort KSDA 11 Kabupaten Aceh Utara menyebutkan ritual itu merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Kakek Syarwani sebagai ikatan perjanjian atau MoU antara satwa tersebut dengan masyarakat yang ditengahi oleh pawang itu sendiri. Umumnya di Aceh, sebut Nurdin, ritual pengusiran Harimau tetap diatasi kakek Syarwani.

“Kakek Syarwani ini memang pawang dari BKSDA. Setiap wilayah yang ada konflik Harimau selalu beliau yang turun untuk melakukan ritual seperti tadi. Dimana-mana kita melihat ritual oleh beliau Alhamdulilah dengan izin Allah sudah banyak berhasil,” kata Nurdin menjawab Acehasia.com.

Diprediksi, Harimau Sumatera yang memangsa ternak warga merupakan induk dan anaknya. Jika dalam waktu 15 hari kedepan masih saja meneror pemukiman penduduk, warga diharapkan dapat menggelar kenduri. Namun, jikapun tidak berhasil maka Kakek Syarwani akan kembali dan mengambil tindakan lain yang sesuai menurutnya.

“Kakek Syarwani juga berharap warga disini menggelar kenduri. Jikapun ritual tersebut tidak berhasil dan si Harimau tetap saja bandel tidak mau menjauh, maka seperti Kakek tadi bilang bahwa ia akan mengambil cara lain menurutnya,” ujar Nurdin.

Tentunya dengan adanya ritual semacam ini warga sangat berterimakasih kepada Kakek Syarwani dan BKSDA/Tim Resort KSDA 11 Aceh Utara yang telah berupaya jauh-jauh dari Aceh Barat mendatangkan pawang demi keselamatan masyarakat. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More