www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

BI Gelar Sosialisasi Edukasi QRIS

0 523

AcehAsia.com | Banda Aceh – Guna memperkenalkan implementasi penggunan Quick Response Indonesia Standart (QRIS) sebagai salah satu metode dalam melakukan transaksi, Bank Indonesia (BI) gelar Pekan QRIS Nasional (PQN) dengan hastag “Jak Ta pake QRIS” di Geulanggang mahasiswa Unsyiah, Sabtu (14/03/2020).

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh jajaran forkompimda ini dirancang dengan bentuk sosialisasi dan edukasi dengan menampilkan stand-stand komunitas dan pedangang. Kepala Bank Indonesia Aceh Zainal Arifin Lubis, dalam sambutannya mengatakan BI terus berupaya untuk terus beralih untuk menurunkan kondusis uang yang begitu besar dan mendorong penguatan Usaha Kerja Menengah (UKM)

Untuk itu QRIS juga dirancang sebagai antisipasi penyebaran virus Corona melalui uang kertas yang digunakan sebagai transaksi tunai oleh masyarakat.

“Kita berharap melalui QRIS ini masyarakat Aceh dapat terbebas dari virus Corona, QRIS dibuat untuk mengupayakan agar masyarakat UKM dan pedagang kecil lainnya agar tetap maju sehingga masyarakat bisa memanfaatkan transaksi baru yaitu QRIS untuk memudahkan transaksi antar penjual dan pembeli secara efisiensi melalui tatap muka langsung atau universal melalui kanal manapun,” Zainal menerangkan.

Selain mempermudah transaksi pembayaran, QRIS merupakan QR Code yang distandarisasikan oleh BI untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking seperti Ovo, Go-Pay, Link Aja, dan Dana. Bank Indonesia mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan sistem QRIS sejak 1 Januari 2020 lalu.

Sementara itu, pelaksana tugas Gubernur Aceh Nova Iriyansyah dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh kepala Bappeda mengatakan bahwa, QRIS merupakan langkah penting dalam mengenalkan dan mengedukasi masyarakat dalam sarana traksaksi non tunai yang praktis dan efisien.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat menjembatani kebutuhan masyarakat dan pelaku UKM terhadap layanan jasa yang dikembangkan oleh BI. Ini merupakan cakrawala dalam berfikir untuk memanfaatkan teknologi, kegiatan ini sejalan dengan rencana mewujudkan Aceh Smart City, sebagai provinsi yang nyaman dengan sistem teknologi komunikasi yang terinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kini transaksi cukup menggunakan selembar kartu debet saja bahkan dengan menggunakan smartphone, transaksi QRIS dapat mempermudah dan memberi efek positif yang menguntungkan kedua pihak, QRIS menjadi jembatan penghubung yang harus kita dukung bersama,”jelasnya.

Katanya,  ini merupakan pertanda seluruh elemen di Aceh yang bertujuan mewujudkan sistem pembayaran yang handal. Ia berharap QRIS dapat meningkatkan omzet pendapatan pelaku UKM dengan penerapan yang baik. (Lena/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More