www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Berawal dari Muncul King Kobra, Ini Angka Anggaran Rehab Shelter Penanganan Covid Aceh Utara

0 521

Acehasia.com | Aceh Utara – Belum lama ini, sejumlah pihak dihebohkan dengan penemuan seekor ular berbisa yaitu King Cobra. Hewan melata yang memiliki panjang sekitar empat meter itu ditemukan di kompleks bangunan shelter di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Penemuan King Cobra itupun seolah pertanda bahwa bangunan shelter yang dimaksud tidak bersih setelah sebelumnya sempat dihuni ratusan pengungsi Rohingya pada tahun 2015 lalu. Kini, terhitung sejak April 2020, bangunan shelter dijadikan sebagai tempat karantina ODP (Orang Dalam Pemantauan) terkait wabah Covid-19.

Sejumlah awak media menyoroti perihal itu, bermula penemuan si raja ular alias King Cobra. Wajar saja jika ular jenis yang satu itu nyaman bersarang disana, apalagi begitu awak media tersebut memasuki halaman shelter tampak rumput ilalang seolah tanpa perawatan.

Pun ternyata, tidak sedikit anggaran yang digelontorkan untuk rehab bangunan shelter tersebut sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19. Bahkan, sempat menuai tanda tanya sejumlah kalangan karena dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan begitu besar.

Dalam kesempatan itu pula, sejak awal April 2020 shelter untuk karantina ODP dijaga empat petugas dimana keempat orang itu merupakan relawan. Mereka rela meninggalkan keluarga dan kepentingan pribadi, kendati relawan seperti ini patut diperhatikan mengingat anggaran penanganan Covid tidak sedikit.

“Sejauh ini kami belum mendapatkan biaya apa-apa dari Pemerintah, selain empat bungkus nasi setiap waktu untuk empat orang petugas jaga. Selain daripada itu kami menggunakan uang pribadi, setidaknya ada lah sedikit pinjaman, kami tidak bekerja ditempat lain karena tersita waktu,” keluh salah seorang petugas jaga, Tgk. Halim, Senin (08/06/2020).

Singkat cerita, Ketua Pusdalops Covid-19 Aceh Utara, Amir Hamzah, dalam menanggapi persoalan itu juga blak-blakan membeberkan anggaran yang dikeluarkan untuk merehab bangunan shelter. Jumlahnya fantastis, bahkan sempat memicu tanda tanya dari anggota DPRK Aceh Utara.

Sementara ditemui di ruang kerjanya, Amir Hamzah yang juga Sekretaris Tim Gugus Covid-19 Aceh Utara mengatakan anggaran rehab shelter untuk penanganan Covid menelan anggaran Rp 785 juta dengan rincian untuk bahan, rehab, dan listrik. Bahkan ada anggaran lain untuk operasional tiga bulan dan peralatan pencegahan Covid.

“Untuk shelter penanganan Covid-19 menghabiskan anggaran Rp 785 juta meliputi bahan, rehab, dan listrik. Kami juga menerima dana operasional untuk tiga bulan senilai Rp 384 juta, dan ditambah lagi dengan anggaran peralatan pencegahan covid senilai Rp 166 juta,” ujar Amir Hamzah.

Dirincikan, dana senilai Rp 384 juta diperuntukkan operasional selama tiga bulan meliputi anggaran penyebaran informasi, konsumsi dan sekretariat. Sedangkan anggaran senilai Rp 166 juta diperuntukkan peralatan pencegahan covid meliputi anggaran beli masker, disinfektan dan sebagainya. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More