www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Belasan Komunitas Menolak Tambang Dengan Puisi

0 617

Acehasia.com | Aceh Tengah- Belasan komunitas seni melakukan aksi pementasan serta musikalisasi sebagai bentuk penolakan mereka terhadap rencana hadirnya tambang emas di daerah Aceh Tengah. Pementasan yang dilakukan di Tugu Aman Dimot, Di depan Kantor Bupati ini mendapat perhatian warga setempat, Sabtu (08/02/2020).

Nama Tugu Aman Dimot tersebut diambil dari nama seorang pahlawan kemerdekaan di Dataran Tinggi Gayo. Aman Dimot dikenal dengan keberaniannya dalam melakukan perang bergerilya maupun perang terbuka. Tubuh pria pemberani ini disebut-sebut kebal akan peluru yang dilesatkan oleh Belanda saat perang kemerdekaan kala itu. Oleh sebab itulah, Tugu yang berada di depan kantor Bupati Itu diberikan nama Tugu Aman Dimot.

Di tugu itulah belasan komunitas seni tampil dalam Lomba Musikalisasi Puisi bertajuk “Tolak Tambang” yang digelar oleh Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) HMI Cabang Takengon di tugu tersebut.

Menurut Ketua Panitia, Deni Kurniawan, sedikitnya 13 komunitas seni tampil pada kegiatan yang digelar pada malam Minggu tersebut.

“Ada 13 komunitas yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan umum. Ini bisa dibilang kegiatan akbar pertama dengan panggung utama di Tugu Aman Dimot,” ujar Deni.

Ia menjelaskan, musikalisasi puisi adalah kegiatan yang beberapa tahun ini jarang dilakukan di Takengon, sehingga tidak banyak komunitas yang punya kesempatan berekspresi.

“Kami apresiasi keikutsertaan seluruh komunitas atau sanggar. Kami berharap bakat mereka diberi ruang oleh pemerintah,” kata Deni disela kegiatan tersebut.

Sementara itu Ketua HMI Cabang Takengon, Suyanto menjelaskan bahwa aksi penolakan tambang emas ini juga pernah dilakukan oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di daerah itu dengan sejumlah aksi maupun audiensi yang melibatkan pemerintah. Namun, penolakan mahasiswa tersebut masih belum mendapat respon dari pemerintah.

“Sikap HMI jelas menolak kehadiran perusahaan tambang emas di Tanah Gayo, karena tambang bukanlah satu-satunya industry yang menjadi solusi kemakmuran rakyat,”jelas Suyanto.

Suyanto juga menambahkan bahwa Pemerintah daerah harus bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Linge, Aceh Tengah, yang rencananya masuk kedalam kawasan eksplorasi tambang emas.

“Masih ada APBN, APBA dan APBK serta sumber lain yang perlu dijemput untuk membantu tanah Linge, kenapa harus tambang yang lazin merusak alam,” ungkap Suyanto.

HMI Cabang Aceh Tengah telah mengeluarkan sikap untuk menolak kehadiran perusahaan tambang emas. HMI juga berharap agar masyarakat tetap mendorong pembangunan yang berkesinambungan dari pemerintah untuk mendukung kesejahteraan, dengan mengedepankan pembangunan dikawasan pedalaman, agar masyarakat jauh dari kemiskinan dan ketertinggalan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More