www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Begini Prosesi Pemakaman Pasien Covid-19

0 574

Acehasia.com | Meulaboh – Beberapa waktu lalu masyarakat Aceh dihebohkan dengan kabar Pasien Dalam Pantauan (PDP) meninggal dunia. Sesi pemakan dilakukan sesuai cara penanganan pasien Positif Covid-19, namun ada pula yang menguburkan jenazah sesuai dengan syariat. Lalu bagaimana sebaiknya mengurus jenazah pasien PDP ataupun positif virus?

Mengingat, di Aceh tentu belum ada sejarahnya, orang yang meninggal dunia tidak di urus prosesi peristirahatan seperti fardhu kifayah pada umumnya.

Perlu diketahui bersama, pasien yang meninggal karena terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan penderita penyakit lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Ildzamar Haifa, tim medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam kuliah via WhatsAppnya bertema “Lawan Virus Corona Tanpa Panik”. Minggu (29/03/2020).

“Jika pasien meninggal penelitan menyatakan virus masih ada dan masih bisa menginfeksi orang sekitar maka dari itu kenapa perlakuan pada jenazah Covid beda dengan lainnya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bagaimana sebenarnya penangganan jenazah yang terkena virus Corona.

Mulai dari petugas kesehatan yang terlebih dulu harus menjalankan kewaspadaan saat menangani pasien yang meninggal akibat Covid-19.

Petugas harus mengenakan APD lengkap saat menangani jenazah, kemudian jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.

Ia juga menjelaskan petugas harus memastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah.

Mayat penderita Covid-19 harus dipindahkan sesegera mungkin ke kamar jenazah setelah meninggal dunia.

Apabila keluarga pasien ingin melihat jenazah, diijinkan untuk melakukannya sebelum dimasukkan ke dalam kantong jenazah dengan menggunakan APD lengkap.

Menjadi tanggung jawab Petugas untuk memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular.

“Petugas pemandi jenazah dibatasi hanya sebanyak dua orang, apabila pihak keluarga yang hendak membantu memandikan jenazah hendaknya juga dibatasi serta menggunakan APD sebagaimana petugas pemandi jenazah, dan jenazah dimandikan sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya, lalu dimasukkan ke dalam kantong jenazah atau dibungkus dengan plastik dan diikat rapat,” ucapnya.

Setelah segala prosesi berakhir, jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi oleh siapapun dan jenazah pula akan diantarkan dengan mobil khusus, jenazah juga hendaknya diantar oleh mobil khusus jenazah. (Len)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More