www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Bayi Gajah Ditemukan Mati, Hanya Tersisa Tulang Belulang

0 536

Acehasia.com | Aceh Timur – Lagi-lagi kematian gajah liar Sumatera kembali ditemukan di Kabupaten Aceh Timur. Kali ini, gajah liar yang ditemukan pada Jum’at (03/04/2020) oleh masyarakat hanya menyisakan kerangkanya saja.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, kepada wartawan menerangkan, usai mendapati laporan temuan kerangka itu pihaknya melalui CRU Serba Jadi bersama tim Elephant Patroli Team – Forum Konservasi Leuser (EPT – FKL), TNI Polri dan masyarakat bergerak ke lokasi.

“Dari hasil pengecekan lapangan oleh tim CRU Serbajadi yang ikut serta saat olah TKP, diketahui bahwa gajah mati tersebut di kawasan Hutan Produksi. Kondisi bangkai gajah telah membusuk dengan perkiraan umur ± 1,5 tahun berjenis kelamin betina,” kata Agus, Minggu (05/04/2020).

Pihaknya memprediksi anak gajah tersebut telah mati sekitar satu bulan yang lalu. Di sekitar penemuan bangkai juga tidak ditemukan adanya benda-benda yang mencurigakan atau yang menyebabkan kematian anak gajah tersebut. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat setempat.

Dalam hal ini turut dijelaskan, Gajah Sumatera merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri LHK Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

“Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar,” terang Agus.

Masyarakat dihimbau untuk saling menjaga kelestarian alam khususnya gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Kemudian, tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian satwa liar yang dilindungi. Beberapa aktivitas tersebut kata Agus, membuat tingginya konflik satwa liar khususnya Gajah Sumatera dengan manusia dan dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa baik bagi manusia ataupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More