www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Basarnas dan Instansi Terkait Gelar Simulasi Penanganan Pengungsi LN

0 771

Acehasia.com | Banda Aceh – Ketua harian Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Pengungsi luar negeri Menkopolhukam, Khairul Anwar melakukan tinjauan pelaksanaan latihan penanganan pengungsi dalam keadaan darurat yang merupakan tugas dari Basarnas. Kamis, (17/10)

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan di laut dan pelabuhan Ulee Lheu bekerjasama dengan 20 instansi terkait.

Tujuan dari kegiatan ini untuk menguji standar prosedur kerja yang telah dibuat terkait dengan penanganan pengungsi yang terjadi di perairan Aceh. Selain itu juga untuk mensinergitas antara instansi terkait dengan kantor Basarnas Banda Aceh sekaligus untuk meningkatkan kesiap-siagaan dari personil Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh dan mensosialisasikan kegiatan ini kepada masyarakat.

Menurut Khairul, pelatihan ini sangat baik untuk dilaksanakan di perairan Aceh yang secara geografis merupakan lokasi yang serinng dikunjungi ataupun dilalui pengungsi luar negeri.

“Saya kira pelatihan ini cukup baik yang dilakasanakan di Aceh. Wilayah Aceh ini secara geografis berpotensi unntuk menghadapi bencana kemanusiaan yaitu terkait dengan masalah masuknya pengungsi luar negeri dan wilayah luar Indonesia,” ujarnya.

Simulasi penanganan  pengungsi yang dilakukan dalam kondisi darurat karena  kapalnya akan tenggelam di perairairan laut Teluk Benggala, dilakukan  dengan menurunkan seluruh armada kapal dan  Silider dari  SAR, TNI AL dan Pol Airut.

Selain itu, sejumlah pengungsi juga mengalami cidera dan sakit parah. Evakuasi pengungsi harus segera dilakukan  dengan menggunkan sejumlah potensi SAR, armada Sreder, kapal KN Kresna serta kapal Pol Airut serta TNI AL juga ikut memberikan pertolongan kemanusiaan.

Setelah berhasil dievakuasi dari Teluk Benggala, seluruh pengungsi selanjutnya dibawa ke darat dan di serahkan  ke posko penampungan yang didirikan di pelabuhan Ulee Lheu, sementara tiga orang yang sakit langsung dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan PMI.

Simulasi penanganan pengungsi luar negeri dalam kondisi darurat ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pertolongan kepada imigran, karena  geografis perairan laut aceh sangat potensi  terjadinya bencana kemanusian atau menjadi pintu masuk di Indonesia, para imigran saat menuju negara lain, karena konflik di miyanmar hingga saat ini masih terus terjadi

Dalam peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 telah diatur bahwa penanganan dalam keadaan darurat diwilayah perairan Indonesia. Hal ini merupakan tugas dari Basarnas.

Khairul juga menamhakan bahwa penampungan merupakan tugas pemerintah kota. Ia juga menyarankan agar Banda Aceh memiliki Satuan Tugas (Satgas) di bawah koordinasi Walikota Banda Aceh.

“Wilayah Aceh ini sebagai pintu masuk Indonesia, hingga menjadi lintasan pengungsi yang akan memasuki atau melewati wilayah Indonesia menuju negara lain. Kemudian kita ketahui bahwa masih terjadi konflik di Myanmar, dan pengunsi dari sana hanya memiliki dua pilihan antara Indonesia dengan Malaysia. Itulah mengapa Aceh sangat berpotensi untuk menghadapi permasalahan tentang penanganan pengungsi dari luar negeri di Aceh,”tutupnya. (Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More