www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Bak Masa Penjajahan, Jalan Menuju Makam Cut Meutia Butuh Perjuangan

0 718

Acehasia.com | Aceh Utara – Sejumlah warga Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara pada Minggu (16/02/2020) nekat menerobos jalan berbukit untuk mewujudkan niat berziarah ke makam Pahlawan Wanita Nasional yaitu Cut Meutia yang terletak di pelosok hutan Kecamatan Pirak Timu.

Beberapa kendaraan yang tak mampu melewati bukit paling tinggi saat itu terpaksa menerobos sungai kecil dengan berjalan kaki untuk bisa sampai ke lokasi makam Pahlawan tersebut yang memakan waktu hingga sekitar satu jam 30 menit.

Perjalanan yang dinamakan ekspedisi itupun nyaris gagal di tengah jalan, dimana rombongan yang mengendarai motor trail sempat jatuh akibat motor tak mampu menanjak bukit paling tinggi setelah melewati jembatan gantung.

“Bukitnya sangat tinggi, setelah hampir melewati bukit itu tiba-tiba saya jatuh, motor saya terguling. Kawan-kawan lain memilih menanjak bukit dengan berjalan kaki sambil mendorong motor mereka yang tak mampu menanjak bukit,” kata Nurdin, warga Kota Lhokseumawe yang ikut bersama warga Cot Girek.

Nurdin dkk, tetap melanjutkan perjalanannya dan enggan mengurungkan niatnya untuk sampai ke makam Cut Meutia. Ia bersama rombongan mengawali perjalanannya dari arah Kecamatan Cot Girek pada Minggu siang. Bahkan, seorang rekan terpaksa mundur gegara motor trail yang dikendarai mendadak rusak di tengah jalan.

Pada ekspedisi tersebut Acehasia.com turut andil, awalnya sempat berjalan kaki bersama lima warga lainnya sejauh 4 kilometer. Perjalanan itu setelah motor yang dikendarai tak mampu menanjak bukit paling tinggi sembari menunggu jemputan mobil Hartop di pelosok hutan Cot Girek lintas Pirak Timu.

Sedangkan sebagian warga lainnya sudah tiba duluan di makam Cut Meutia sejak Jum’at (14/02/2020) malam. Warga tersebut yang didominasi ibu-ibu Cot Girek lebih duluan sampai untuk menyiapkan persiapan termasuk memasak bahan-bahan kenduri.

“Yang lain sudah duluan sampai bang ke Makam, mereka menginap disana untuk menyiapkan tempat dan memasak. Mereka menumpangi tractor jondher dan hartop, karena bukitnya tinggi jadi sulit untuk dilewati. Tapi ada juga yang kendarai motor walaupun sulit melewati perbukitan,” kata Junaidi, warga Cot Girek.

Sekira pukul 16:15 WIB warga tiba di komplek makam Cut Meutia setelah berhasil menempuh sungai dan perbukitan. Di sana, warga mengawali ziarahnya dan doa bersama. Setelah itu, melakukan penanaman berbagai jenis bibit pohon di sekitar makam.

Bibit-bibit pohon itu sengaja ditanam sebagai bentuk peduli penghijauan dan melestarikan makam Pahlawan Nasional Cut Meutia. Warga merasa bangga bisa sampai ke makam Cut Meutia yang berada di pelosok hutan di balik gunung dan dikelilingi sungai.

“Alhamdulilah akhirnya sampai juga di makam Cut Meutia setelah beberapa jam melakukan perjalanan mulai dari Cot Girek melintasi bukit dan sungai. Kami bisa melihat langsung bagaimana kondisi dan suasana makam Cut Meutia,” kata Safrizal dan Mustafa HS, warga Cot Girek.

Setelah semuanya selesai, warga menyantap hidangan makanan khas Aceh. Selanjutnya, warga pun bersiap untuk beranjak pulang yang lagi-lagi melintasi perbukitan dan sungai kecil. Satu unit Jondher disiapkan untuk mengangkut beberapa orang melintasi sungai.

Sementara satu unit Hartop bertenaga 4×4 yang dikenal memiliki tenaga super menanjak bukit, menunggu di persimpangan jembatan gantung yang jaraknya itu tidak jauh dari makam. Sebagian, memilih pulang berjalan kaki juga melintasi sungai. Dan, pada pukul 22:30 WIB warga tiba di perkampungan Cot Girek.

Melalui ekpedisi itu, warga sangat berharap agar Pemerintah dapat segera membangun akses ke makam Cut Meutia. Hal ini mengingat setelah adanya kunjungan Wakil Menteri PUPR, Anggota Komisi V DPR RI, Bupati Aceh Utara, Kapolres, Dandim 0103, serta SKPK terkait. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More