www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Alumni SMU 1 Beureuneun Berempati Pada Fajar Penderita Ginjal

0 1,287

Acehasia.com | Banda Aceh- Ikatan Alumni 2001, SMU 1 Beureuneun, Kecamatan Mutiara, berempati kepada Muhammad Fajar (10 thn) penduduk Desa Mali Masjid, Kecamatan Sakti, Pidie yang sedang menderita penyakit ginjal. Anak pertama pasangan Ismail dan Maimunah ini harus menjalani hidup dalam keadaan sakit.

Sudah dua tahun, kondisi ginjal Fajar bermasalah. Dia sempat di Opname di rumah sakit Sigli, hingga kini kondisinya harus berobat jalan.

Kondisinya makin bertambah tak karuan, kedua orang tua Fajar kini sudah meninggal dua tahun lalu, ayah Fajar bernama Ismail meninggal karena sakit. Minggu lalu, Maimunah, ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga pun sudah tiada. Fajar beserta dua adiknya pasrah dengan keadaan tidak memiliki kedua orang tua.

Kondisi di dalam Rumah Fajar. Foto : Ham Brekele.

Rabumah, Nenek renta yang sering sakit-sakitan merupakan Nenek yang merawat dan menjaga Fajar beserta dua adiknya. Fajar harus lebih kuat diantara dua adiknya yaitu Rauzatul Makfirah yang masih berumur 6 (enam) tahun dan Siti Humaira yang berumur 5 (lima) tahun.

Rabumah, Fajar, Rauzatul serta Siti, warga pidie ini membutuhkan biaya hidup dan biaya pengobatan penyakit yang selama ini di derita fajar. Pun demikian, tak jarang para dermawan datang memberi bantuan.

Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Alumni SMU 1 Beureuneun. Mereka menggalang dana melalui group Whatsapp alumni. Sesudah terkumpul, uang tersebut diserahkan langsung kepada Fajar.

Ketua Alumni Leting 2001 SMU 1 Beureuneun, Riki menjelaskan bahwa sumbangan ini digalang karena ingin berbagi kebahagian jelang Lebaran. Walau tidak banyak, setidaknya bisa meringankan beban serta membuat Fajar dan Adik-adiknya itu senang.

“Setidaknya sumbangan yang diserahkan itu bisa membeli daging atau baju baru untuk anak yatim piatu itu. Insyallah berkah dan bermanfaat,” Jelas Riki.

Riki bersama rekan-rekan alumni berharap kepada para dermawan dan pemerintah bisa terketuk pintu hati mereka untuk memperhatikan orang miskin, yatim-piatu serta orang tua uzur.

“semoga kemiskinan yang di alami oleh masyarakat pidie bisa  teratasi. Kami berharap ada tim reaksi cepat dari pemerintah dalam menangangi kasus-kasus semacam ini,” harap Riki.

Rumah Fajar tanpak depan. Foto : Ham Brekele.

Informasi keadaan Fajar menjadi viral sesudah beredar video singkat. Awalnya Bermula dari sebuah video yang tersebar dari group whatshapp. Video tersebut memberikan informasi terkait kehidupan tiga orang anak yang di asuh oleh seorang nenek. Di akhir video tersebut, pembuat mengajak penonton untuk bersedekat kepada anak yatim piatu tersebut.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More