www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Aktivis Inong Aceh Kecam Pemukulan Ketua Komisi I DPRA

0 1,106

Acehasia.com | Banda Aceh- Kecaman datang dari Aktifis perempuan Aceh, Cut Asmaul Husna atas tindakan kekerasan oknum Polisi terhadap Ketua Komisi 1 DPRA, Azhari Cage di depan Gedung Dewan pada kamis sore. Jumat (16/08/2019).

Koordinator Aktivis Inong Aceh, Cut Asmaul Husna kecewa terhadap tindakan represif oknum Aparat Negara yang bertentangan dengan SOP Polri. Cut menyayangkan perilaku primitif terjadi ditengah usaha banyak pihak sedang khitmad merayakan 14 Tahun Damai antara RI dan GAM. 

“Tindakan kekerasan yang dilakukan aparat bukan sekedar tidak sesuai dengan prosedur pengamanan terhadap aktivitas demontrasi yang dilakukan mahasiswa, tapi juga sangat tidak bermoral,  tidak beradab, bahkan cenderung menampilkan brutalisme,” Ungkap Aktifis ini melalui rilis yang dikirimkan ke redaksi acehasia.com. 

Cut menilai dari rekaman video yang menyebar luas sungguh membuktikan  tindakan brutalisme nyata adanya.  Ini sungguh memalukan ditengah upaya Polri menjadikan institusinya sebagai pengayom masyarakat.

“Seharusnya Polisi melakukan tindakan pengamanan dalam kondisi dan situasi yang kondusif. Mengapa mereka tidak berupaya melakukan pengamanan dengan pendekatan persuasif? Ini menjadi pertanyaan  publik, yang seharusnya tidak perlu terjadi,” Jelasnya.

Aktifis perempuan kelahiran sigli ini menambahkan bawah fakta yang ada membuktikan, penyerangan itu membabi buta, tidak ada chek and balance, dan sasaran pemukulan terkesan upaya shock therapi terhadap Ketua Komisi 1 DPRA dari Fraksi Partai Aceh,  yang selama ini konsisten memperjuangkan misi damai sesuai MoU Helsinki.

“Apapun, tindakan pemukulan tersebut menunjukkan superioritas Polri sangat berlebihan. Pelaku harus diberikan sangsi agar martabat Polri kembali pulih di Aceh,” tambahnya.

Cut Asmaul Husna berharap kekerasan masa lalu aparat negara tidak dipertontonkan kembali, karena hanya akan menanam benih permusuhan, bahkan bisa berdampak perlawanan kolektif seperti pengalaman di masa konflik.

“Tugas kita bersama adalah kita tumbuhkembangkan perdamaian, merawat perdamaian dan memperjuangkan misi damai terwujud sepenuhnya. Untuk itu,  kami aktivis Inong Aceh mendesak Pemerintah segera menuntaskan implementasi UUPA dan MOU Helsinki secara menyeluruh, agar damai itu semakin indah, beradab dan bermartabat,” tutupnya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More