www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Aksi Damai Jurnalis dan Pernyataan Sikap Terkait Pengancaman

0 639

Acehasia.com | Aceh Utara – Jurnalis Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara yang tergabung dalam beberapa Organisasi Pers, menggelar aksi damai di kawasan taman Riyadhah Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu ((15/01/2020).

Aksi damai kali ini terkait pengancaman yang dialami salah seorang jurnalis tabloid Modus Aceh, Aidil Firmansyah, belum lama ini yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat. Diketahui bahwa Aidil diancam menggunakan senjata api oleh oknum direktur salah satu perusahaan di Aceh Barat.

Kasus pengancaman sebagaimana diketahui saat ini, masih sedang ditangani oleh penyidik Polres Aceh Barat setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi juga sudah menahan tersangka. Namun, penyidik hanya menjerat tersangka dengan Pasal 335 KUHPidana tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Tersangka tidak dijerat dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Padahal, pengancaman itu terjadi terkait pemberitaan yang tayang di modusaceh.co. Dalam menjalankan profesinya wartawan dilindungi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berlaku khusus.

“Mengancam bunuh wartawan merupakan tindakan membungkam kemerdekaan pers sebagaimana diatur pada Pasal 4 UU Pers, dan bagian dari upaya menghalang-halangi tugas jurnalistik seperti diatur pada Pasal 18 ayat (1),” teriak Armia Jamil, Jurnalis MNC Group dalam orasinya.

Oleh karena itu, penyidik Polres Aceh Barat wajib menjerat tersangka dengan UU Pers yang berlaku khusus, di-juncto-kan dengan KUHPidana. Selain itu, karena UU khusus dapat mengenyampingkan UU umum (KUHP), maka penanganan perkara ini harus dilakukan bidang pidana khusus (pidsus), bukan pidana umum (Pidum).

Dalam aksi tersebut, para wartawan tergabung dalam IJTI, AJI, PWI dan PWA juga meminta kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia di Desa Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Selasa, 30 Juli 2019, pukul 01.30 WIB dini hari.

Terkait dua kasus ini, para jurnalis dalam aksi damai yang tergabung dalam empat organisasi Pers menyatakan sikap diantaranya meminta Kapolri dan Kapolda Aceh untuk mengawal penyidikan kasus pengancaman dialami Aidil Firmansyah, wartawan Modus Aceh.

Meminta Kapolda Aceh perintahkan penyidik Polres Aceh Barat agar menjerat tersangka kasus ini dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, karena pengancaman tersebut berkaitan dengan pemberitaan dan meminta penyidik Polres Aceh Barat mengalihkan penanganan kasus ini, dari pidana umum ke bidang pidana khusus sesuai UU Pers yang berlaku khusus.

“Kapolda Aceh, kami minta agar penyidik Polda Aceh mengambil alih penanganan kasus ini apabila penyidik Polres Aceh Barat tidak menjerat tersangka dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dan meminta kejaksaan untuk tidak menerima berkas perkara ini dari kepolisian apabila penyidik tidak menjerat tersangka dengan UU Pers,” teriak kembali Armia Jamil.

Untuk itu pihak kepolisian juga harus mengusut tuntas kasus pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, dan segera menangkap pelaku/tersangkanya. Semua pihak kiranya menghormati tugas wartawan, dan menempuh cara-cara sebagaimana diatur dalam UU Pers apabila merasa dirugikan atas pemberitaan media massa. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More