www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Aceh Utara Plot Rp 2 Milyar Untuk Fokus Antisipasi Covid – 19

0 635

Acehasia.com | Aceh Utara – Selain telah membentuk Tim Gerak Cepat, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib juga perintahkan untuk ploting anggaran darurat bencana sebesar Rp 2 miliar untuk mengantisipasi penyebaran corona virus desease (covid) – 19.

Hal ini sebagaimana disampaikan melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Khalmidawati, MKes, didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Zulfitri, SKM, dan Kasie Pencegahan Penyakit Menular dr Achriani Fitri, Senin (23/03/2020).

“Dialihkan dari dana DAK fisik dan non-fisik, sekarang sedang kita koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BKPD), juga kita konsultasi ke Provinsi agar penggunaannya tidak bermasalah nantinya. Ploting anggaran itu merupakan persediaan awal sesuai dengan arahan dan perintah Bupati untuk antisipasi virus covid – 19,” katanya.

Dana tersebut, sambungnya, sudah didapat sekarang  ini dan sedang didonsul dengan pihak Provinsi untuk bisa segera  digunakan. Kata dia, dana tersebut akan dipakai untuk sejumlah kebutuhan mendesak  terkait dengan penangkalan penyebaran virus tersebut, baik untuk Dinas Kesehatan, Puskesmas, maupun untuk RSUD Cut Meutia.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin, SKM, mengatakan dana Rp 2 miliar ini akan segera dipakai untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) petugas medis, pengadaan masker, sterilizer, pengadaan disinfektan untuk penyemprotan, serta untuk biaya sosialisasi dan promosi kesehatan, juga biaya untuk memantau Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Menurut Amir, pihaknya sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak dalam menangkal penyebaran virus covid – 19 ini. Masyarakat diminta untuk benar-benar menaati setiap himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah, terutama untuk mengkarantina diri selama 14 hari. Juga untuk tidak menyebarkan informasi-informasi yang tidak jelas, sehingga dapat memancing kegaduhan di tengah masyarakat.

Sementara Kasie Pencegahan Penyakit Menular pada Dinkes Aceh Utara, dr Achriani Fitri pada kesempatan itu menjelaskan perbedaan tiga tingkatan status sebelum seseorang dinyatakan positif covid – 19, yaitu ODP, PDP dan orang ter-suspect. Menurut dia, ODP belum menunjukkan gejala sakit tapi mereka pernah bepergian ke negara episentrum corona atau sempat melakukan kontak dengan orang diduga positif corona sehingga harus dilakukan pemantauan.

Sedangkan PDP adalah orang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit covid – 19, seperti demam, batuk, pilek dan sesak napas. “PDP harus betul-betul diperlakukan dengan baik karena sudah jadi pasien,”ungkap Achriani Fitri.

Selanjutnya, kata dia, yang disebut ter-suspect adalah orang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit corona dan juga diduga kuat sudah melakukan kontak dengan pasien positif covid – 19. “Pasien suspect covid – 19 akan diperiksa spesimennya menggunakan dua metode, yaitu polymerase chain reaction (PCR) dan genome sequencing,” kata Achriani Fitri. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More