www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Aceh Bergerak Peringati 15 Tahun Tsunami dengan Gala Premiere Film Kebencanaan

0 958

Acehasia.com | Banda Aceh- Pemutaran film Ajarkan Aku Aceh disambut hangat dengan cuitan dan gelak tawa para tamu undangan yang menyaksikan langsung penayangan perdana film ini di Banda Aceh sebagai kegiatan refleksi 15 tahun Tsunami Aceh, di Taman budaya Kamis (26/12/2019).

Sebelum film di putar, doa serta zikir bersama di pimpin oleh  para santri Dayah Modern Ulumul Quran Banda Aceh. Belasan santri ini juga melantunkan ayat suci Al-Quran. Kegiatan ini juga di hadiri oleh actor Senior sekaligus Anggota DPD yaitu Sudirman atau yang lebih dikenal dengan Haji Uma.

Haji Uma yang di kenal suka menolong masyarakat Aceh ini dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa media film sangat efektif untuk menyuarakan pesan-pesan social, edukasi serta masalah lingkungan.

“Film mitigasi bencana sangat masuk unsurnya disini, dan kami mengharapkan akan lebih spesifik lagi seperti melibatkan lingkungan. Dan harapan saya kepada seluruh sineas muda Aceh semoga terus bangkit dan bergerak untuk berbenah diri menciptakan film yang mengedukasi seperti ini,” ujar Haji Uma dalam sambutannya.

Ambia Dianda Ketua Yayasan Aceh Bergerak dalam sambutannya mengatakan film ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat perihal mitigasi bencana. Agar warga dan wisatasan bisa lebih siaga dan siap dalam menghadapi Bencana.

“Para pemuda harus mengetahui mitigasi bencana dan memberitahu kepada siapa saja melalui film. Film Ajarkan Aku Aceh ini membuktikan pemuda Aceh sangat kreaktif dan inovatif, dalam hal ini tentu anak-anak Aceh harus diberi ruang dalam berkreasi,” ujar Ambia dalam sambutannya.

Menjawab harapan Ambia dan Melihat kondisi Aceh yang belum memiliki Bioskop, Sudirman berpesan kepada sineas muda Aceh untuk memamfaatkan teknologi aplikasi youtube untuk memamerkan karyanya, menurutnya anak muda Aceh tidak harus selalu bergantung kepada yang belum ada.

“Jangan pernah lelah berkarya meskipun banyak konsidi dan keadaan kurang mendukung dan semoga sineas Aceh bisa memamfaatkan yang sudah ada, tidak hanya menunggu bioskop saja tetapi juga memfaatkan fasilitas yutube” ujarnya.

Acara yang ditutup dengan diskusi bersama pemain dan cru film Ajarkan Aku Aceh ini menuai komentar Ainun Marziah Binti Ahmad Bukhari salah satu mahasiswa asal Malaisya, menurutnya film ini sangat mengedukasi dan mudah dipahami.

“Terbaik, bahasa malaisya yang digunakan pas walau sedikit, tapi saya boleh paham sebab sudah lama kuliah di Aceh, film tersebut juga memberi pesan penanggulangan bencana,” sebutnya.

Di akhir acara, Panitia mengumumkan donasi untuk seniman yang di kumpul dari para penonton mencapai 1.200.000 Rupiah. Seluruh donasi pengganti tiket ini akan diserahkan oleh panitia kepada salah seorang seniman yang sedang sakit dan membutuhkan.

“Selain itu, kita mendapat sumbanga dengan total dua juta dari para pihak yang peduli kegiatan ini. Kegiatan ini sepenuhnya di dukung secara partisifatis oleh lintas komunitas di Banda Aceh,” Ungkap M Insya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More