www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Abu Razak : Tidak Benar Rp 32 Milyar dalam APBA 2020 Itu Untuk PYM Malek Mahmud

0 613

Acehasia.com | Banda Aceh – Abu Razak (H Kamaruddin Abu Bakar), Sekretaris Jendral Partai Aceh menilai pernyataan Ghazali Abbas Adan terlalu tendensius terhadap Paduka Yang Mulia Tgk Malek Mahmud Al Haytar. Kamis (26/09/19).

Abu Razak menilai pernyataan Ghazali Abbas Adan tentang anggaran dalam APBA 2020 sebesar Rp 32 Milyar, yang menurutnya, dialokasikan untuk PYM Wali Nanggroe Tgk Malek Mahmud Al Haytar itu adalah keliru. Hal mi dikemukakan oleh Abu Razak (Kamaruddin Abu Bakar) kepada media ini merespon pernyataan Ghazali Abbas Adan tersebut.

Menurut Abu Razak, apa yang disampalkan oleh Anggota DPD RI asal Aceh itu terkesan amat tendensius dan kurang etis. Apalagi jika menyimak dan uralan Ghazali Abbas, seakan-seakan Wall Nanggroe pribad yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah tiap bufannya. Menurut Abu Razak, mi sesuatu yang tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang politisi senior.

Pengelolaan anggaran di Lembaga Wali Nanggroe sepenuhnya dikelola oleh Keurukon Khatibul Wali sebagai lembaga sekretariat yang memiliki tupoksi menyelenggarakan seluruh layanan bersifat administratif guna mendukung tugas-tugas WN.

“Seperti yang diketahui, Lembaga WN dibentuk sebagai wujud kewenangan khusus yang diberikan kepada Aceh pasca perdamaian. Salah satunya adalah ikut menjadi pemersatu rakyat Aceh, termasuk membina kelembagaan adat yang ada di Nanggroe.  Sebagai mana pepatah Aceh menyebutkan Matee Aneuk meupat jrat. Matee Adat pat ta mita,” ujar Abu Razak.

Untuk anggaran pada Lembaga Wali Nanggroe sendiri dikelola dengan peratran yang berlaku dan terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung. Komponen belanja terbesar adalah untuk belanja langsung sebnayk 70 Persen dan 30 persen untuk belanja tidak langsung.

Sebanyak 30 persen teersebut selain untuk tunjangan Wali Nangroe juga untuk gaji aparatur pemerintah dan perangkat LWN (seperti Majelis Tuha Peut, Majelis Tuha Lapan, dan Majelis Fatwa yang jumlahnya sebanyak 88 orang). Dalam Majelis Tuha Peut dan Majelis Fatwa tersebut terdiri dan para Ulama utusan dan 23 kabupaten/kota.

“Jadi tidak benar pernyataan Ghazali Abbas Adan yang menyebut bahwa Rp 32 Milyar dalam APBA 2020 itu untuk PYM Malek Mahmud” ujar Abu Razak.

Selain itu Abu razak juga mengingatkan kepada Ghazali Abbas bahwa PYM Wall Nanggroe Malek Mahmud Al Haytar tidak pernah menggunakan anggaran sesuka hatinya, apalagi sampai menabrak aturan perundang-undangan yang berlaku di Republik ini.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More