www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

21 Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

0 779

Acehasia.com | Banda Aceh—Sedikitnya 21 Rumah Sakit  di Aceh turun kelas. Hal ini disampaikan oleh Umbudsman Aceh dalam siaran pers yang diterima acehasia.com. Ada empat indikator yang di ungkap pihak Ombudsman Aceh yaitu, Pelayanan, Sumber daya manusia, Peralatan, serta Bangunan/prasaranan.

Taqwaddin, Ketua Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh menjelaskan bahwa Penetapan klasifikasi Rumah Sakit ini berdasarkan Konsekuensi dari penerapan optimal Pasal 13 Permenkes No 56 Tahun 2015 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

“Mengacu pada ketentuan Permenkes tentulah saat ini ada yang kurang terpenuhi dari keempat indikator tersebut sehingga mengakibatkan hasil review Kemenkes direkomendasikan menjadi turun kelas. Jelas Taqwaddin.

Taqwaddin mengharapkan mampu mengoptimalkan rumah sakit di Aceh. Dia juga mengharapkan lima tahun ini semua indikator di atas harus lebih ditingkatkan dan dioptimalkan.

“Misalnya jumlah dan kualitas SDM yangg masih kurang memadai. Minimnya dokter spesialis, misalnya, menjadi salah satu item terkait indikator itu. Belum lagi kualitas pelayanan, kelengkapan prasarana, dan peralatan yang masih belum selengkap yang diharapkan.” Ungkap Taqwaddin.

Terhadap hal tersebut, Ombudsman RI Aceh menyarankan kepada para pengelola Rumah Sakit yang turun kelas tersebut agar sesegera mungkin berbenah melengkapi sesuai dengan Permenkes.

Ombudsman Aceh juga berharap agar pihak rumah sakit lebih mengoptimalkan kualitas pelayanan, kecukupan rasio dokter spesialis serta paramedis lainnya, kelengkapan infrastruktur, serta peralatan. “Hal ini penting agar kualitas pelayanan semakin ditingkatkan meskipun Rumah Sakit turun kelas. Jangan sampai terjadi gara-gara penurunan kelas pihak rumah sakit membatasi jenis pelayanan atau menurunkan kualitas layanan.” Tambahnya.

Adanya warning dari Kemenkes terkait rekomendasi turun kelas ini, menurut Taqwadin harus disikapi  secara positif dan melakukan upaya korektif, rehabilitatif, dan konstruktif. Tidak perlu kecewa berlebihan terhadap penurunan kelas ini, masih ada waktu dan kesempatan untuk melakukan perbaikan.

“Ombudsman RI Aceh prihatin atas banyaknya rumah sakit di Aceh yang direkomendasikan turun kelas. Ini mengindikasi masih lemahnya kinerja tata kelola rumah sakit yang good governanve. Tutupnya. (DV)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More