www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

15 Tahun Tsunami, Masyarakat Korban Bencana Perlu Perhatian Penuh Pemerintah

0 519

Acehasia.com | Aceh Utara – Forkopimda Aceh Utara bersama masyarakat maupun keluarga korban bencana menghadiri zikir dan doa bersama dalam rangka puncak peringatan 15 tahun gempa dan Tsunami yang berlangsung di pesisir pantai Desa Kuala Keureutoe, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (26/12/2019).

Refleksi peringatan Tsunami kali ini yang dipusatkan di Desa tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf atau Sidom Peng, Kapolres AKBP Ian Rizkian Milyardin, Dandim 0103/Aut Letkol Inf Agung Sukoco, ulama Kharismatik yakni Abu Paya Pasi, dan Abu Manan.

Hadir pula Tgk Muzakir atau Waled Lapang, Ketua DPRK Aceh Utara yaitu Arafat, dan Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara dari Fraksi Partai Aceh, Razali Abu atau Abu Lapang, serta ratusan masyarakat setempat yang didominasi korban maupun keluarga korban dampak Tsunami.

Wakil Bupati dalam hal ini menyebutkan, Pemerintah Daerah memperingati 15 tahun gempa dan Tsunami di tiga titik meliputi Kecamatan Lapang, Kecamatan Syamtalira Bayu, dan Kecamatan Dewantara. Namun refleksi utama yang berlangsung dipusatkan di Kecamatan Lapang, sekaligus agar dapat memantau langsung kondisi masyarakat dampak bencana.

“Ini kegiatan zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 15 tahun bencana gempa dan Tsunami. Untuk kegiatan utama kami pusatkan di Kecamatan Lapang ini, mengingat disini korban terbanyak sekitar 350 jiwa yang meninggal,” kata Wakil Bupati, Fauzi Yusuf didampingi Ketua DPRK dan Ketua Komisi III DPRK.

Selain itu sebagai bentuk peduli terhadap korban dampak bencana, pihaknya bersama Pemerintah Pusat telah mencetuskan program produksi garam Lapang. “Kami sudah cetuskan program produksi garam bersama Pemerintah Pusat dengan luas lahan seribu hektar, namun ini semua bertahap,” tambah Fauzi Yusuf.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu atau Abu Lapang yang juga Ketua Panitia acara, mengatakan refleksi peringatan 15 tahun gempa dan Tsunami tingkat Aceh Utara sengaja dipusatkan di Kecamatan Lapang untuk agar Pemerintah bisa melihat langsung kondisi perkembangan masyarakat pasca Tsunami.

“Jadi disini sengaja kami pusatkan refleksi peringatan 15 tahun gempa dan Tsunami agar Pemerintah bisa melihat langsung kondisi sekarang ini terhadap masyarakat pasca Tsunami. Saya melihat Pemerintah masih sedikit menyentuh masyarakat disini selama pasca Tsunami,” ujar Abu Lapang.

Disebutkan, selama pasca Tsunami masyarakat korban bencana di Kecamatan Lapang hanya bertahan hidup melalui perekonomian tambak dan melaut. Sementara diharapkan Pemerintah bisa memaksimalkan aspirasi masyarakat, mengingat areal persawahan di Kecamatan itu belum dapat difungsikan secara maksimal karena kerap dihantam gelombang pasang. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More